Terkait Pulau G Menko Luhut Berpihak Pada Pengembang

Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta yang terdiri dari KNTI, WALHI, LBH Jakarta, ICEL, KiARA dan YLBHI menilai pernyataan Menko Bidang Kemaritiman Luhut B. Panjaitan rentang reklamasi pulau G adalah bukti nyata keberpihakannya pada pengembang.

MARINDO– Martin Hadiwinata, juru bicara Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta mengatakan, kesimpulan Menko Luhut bahwa reklamasi Pulau G tak bermasalah hanya berdasarkan diskusi dengan PT PLN dan pengembang sangat disayangkan.

Sementara persoalan kerusakan lingkungan dan ancaman terhadap sumber kehidupan nelayan dan masyarakat pesisir, perempuan dan laki-laki, tidak menjadi pertimbangan.

“Hasil kajian yang selama ini diklaim sebagai basis pengambilan keputusan oleh Kemenko Maritim hingga kini pun tidak bisa diakses oleh masyarakat,” ujar Martin dalam siaran pers yang dikirimkan kepada Maritim Indonesia (8/9).

Padahal, kata Martin, Menteri Susi telah mengeluarkan surat rekomendasi penanganan reklamasi Pulau G. Dalam surat tersebut, KKP secara tegas merekomendasikan agar reklamasi Pulau G dihentikan.

Lebih jauh Martin mengungkapkan, nelayan Teluk Jakarta telah membuktikan sejumlah masalah dalam reklamasi Pulau G di Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta. Sehingga hakim pun dalam putusannya memerintahkan penghentian reklamasi pulau G.

“Sikap Menko Luhut ini merupakan pembangkangan atas putusan PTUN Jakarta. Sikap ini tidak pantas apalagi Luhut sebagai mantan Menkopolhukam, sikap yg menunjukan kemunduran demokrasi dengan tidak menghargai lembaga yudikatif,” katanya.

Selain itu, menurut Martin, Menko Luhut seolah mengabaikan kajian lingkungan dan sosial yang selama ini telah dilakukan sejak dulu, termasuk di antaranya kajian ketidaklayakan lingkungan hidup yang dikeluarkan Menteri LH.

Dalam kajian tersebut menunjukan potensi kerugian kerusakan yang diakibatkan proyek reklamasi akan sangat besar. Untuk itu, pernyataan mengenai keberadaan proyek reklamasi tidak bermasalah patut dipersoalkan dan Kemenko Maritim harus sesegera mungkin membuka kajian-kajian yang telah dilakukan selama ini. [nss]

195 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *