Koperasi TKBM Maritim Kalibaru Terbentuk

Dari hasil  musyawarah,  Ketua Koperasi TKBM Maritim Kalibaru dipercayakan kepada Fhilys Sudianto, Wakil Ketua  Tarwi dan M.Hanafiyah,  Sekretaris Suroto, Wakil Sekretaris Safrudin, bendahara Burhanuddin, Wakil bendahara Suhendro. Sedangkan Pengawas adalah Daroni (Ketua), Edi (Sekretaris) dan Radjudin (Anggota)

MARINDO–Sejumlah tokoh  Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Kalibaru  beberapa waktu lalu (8/9) sepakat membentuk wadah baru untuk pengerahan tenaga kerja bongkar muat berupa koperasi.  Nama wadah itu adalah  Koperasi TKBM Maritim Kalibaru.  Pembentukan dilakukan setelah melalui acara Forum Musyawarah yang juga dihadiri pejabat dari  Kementerian Koperasi & UKM, Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, utusan Kelurahan Kalibaru, Induk Koperasi TKBM , Serikat Pekerja Maritim Indonesia Cabang Kalibaru, perwakilan Koperasi TKBM Karya Sejahtera Pelabuhan Tanjung Priok  dan lainnya.

Dari hasil  musyawarah,  Ketua Koperasi TKBM Maritim Kalibaru dipercayakan kepada Fhilys Sudianto, Wakil Ketua  Tarwi dan M.Hanafiyah,  Sekretaris Suroto, Wakil Sekretaris Safrudin, bendahara Burhanuddin, Wakil bendahara Suhendro. Sedangkan Pengawas adalah Daroni (Ketua), Edi (Sekretaris) dan Radjudin (Anggota).

Ketua Koperasi terpilih Fhilys Sudianto mengatakan, pembentukan koperasi ini mengacu kepada SKB tentang Pembinaan dan Penataan TKBM di pelabuhan ditandatangani Direktur jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Deputi Kelembagaan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Negara Koperasi dan UKM. Juga mengacu pada Permenhub 60/2014 tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Bongkar Muat barang dari dan ke kapal.

Namun yang lebih penting dibentuknya koperasi oleh sejumlah pengurus Serikat Pekerja Maritim Indonesia Cabang Kalibaru ini adalah  spiritnya untuk mewadahi TKBM Kalibaru seiring beroperasinya pelabuhan petikemas Kalibaru (NPCT-1).
“Kami mengikuti prosedur, antara lain menyiapkan badan hukum untuk pengerah tenaga kerja bongkar muat dan kami telah melakukan sertifikasi kompetensi TKBM sesuai PM.60/2014. Pelabuhan Kalibaru ada di samping kita, dulu ada komitmen dari manajemen Pelindo II untuk mempekerjakan warga sekitar  dalam operasional pelabuhan itu,” katanya.

Sementara itu, Yusron Effendi perwakilan dari Koperasi TKBM Tanjung Priok saat ditanya Maritim menegaskan prinsipnya mendukung terbentuknya koperasi TKBM Kalibaru itu. “Secara geografis social, sudah tepat jika warga membuat wadah untuk menyiapkan diri sebagai pekerja di Pelabuhan Kalibaru (NPCT-1),” katanya, seraya menambahkan semua elemen yang ada harus bersatu agar semua sesuai harapan.

Sutrisno  dari Induk Koperasi TKBM dan juga pelaku sejarah perburuhan di Kalibaru sejak masih berupa pelabuhan kayu puluhan tahun silam mengatakan, dulu ada Koperasi TKBM di Kalibaru dan menempati gedung yang pernah dipakai oleh Adpel dan Syahbandar Kalibaru yang akhirnya pindah. “Namun kita tidak tahu legalitasnya  koperasi yang lama itu, seiring matinya pelabuhan kayu di Kalibaru pasca penertiban illegal logging. Untuk itulah kita bentuk yang baru sesuai ketentuan yang ada,” kata Sutrisno.

Thobi, Ketua PC SMPI Kalibaru menambahkan, saat ini tercatat lebih dari seribu warga Kalibaru yang siap menjadi TKBM dan pekerja lainnya di kepelebuhanan. “Untuk TKBM, kita telah melakukan sertifikasi sesuai standar BNSP sebanyak  200 orang dan siap bekerja,”jelasnya. (HB/MI)

845 total views, 2 views today

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *