Bisakah Ikan Jadi Hewan Qurban?

Tiap tanggal 10 Dzulhijah (bulan haji) umat muslim sedunia merayakan Idul Adha. Pun seperti biasa, umat Islam dunia melakukan ritual warisan Nabi Ibrahim, yakni berqurban dengan menyembelih hewan qurban. Tentun saja, di bulan ini, jutaan hewan qurban seperti kambing, domba, sapi atau bagi masyarakat Arab sana, juga unta, permintaannya sangat tinggi. Bahkan tiap tahun permintaan atas jenis hewan qurban itu terus mengalami peningkatan, sepertinya tak dipengaruhi oleh krisis ekonomi sekali pun.

 

Tetapi mengapa kita tidak berpikir, selain kambing, domba, sapi dan unta, mungkinkah ada hewan lain, ikan misalnya, yang bisa dijadikan bagian dari hewan qurban. Tidakkah kita bisa melakukan ijtihad untuk menambah satu jenis hewan baru untuk dimasukkan sebagai kategori hewan qurban. Berbeda dengan sapi dan kambing, untuk ikan mungkin ritualnya tidak dalam bentuk penyembelihan, tetapi harus ada cara tersendiri yang diatur berdasarkan ijtihad. Sebab hemat saya, pada dasarnya qurban itu berbagi rasa atas kepedulian kita terhadap sesame, yang dimanifestasikan dalam sebuah ritual penyembelihan hewan qurban.

Terkait soal ini saya kira perlu ada gerakan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengusulkan kepada MUI (Majelis Ulama Indonesia) agar memasukkan ikan sebagai salah satu hewan qurban. Selanjutnya, bisa saja MUI memberikan fatwa bahwa hewan qurban tidak saja dimonopoli dari binatang berkaki empat, tetapi ikan laut pun bisa. Tetapi tentu dengan catatan hanya ikan yang bernilai tinggi, misalnya, ikan kerapu, napoleon, tuna atau yang sejenisnya. Lalu perhitungannya bagimana? Bisa saja mengkonversikan nilai hewan qurban lain kepada harga ikan. Misal, jika sapi atau kambing satu ekor maka untuk ikan sekian kilogram atau mungkin kwintal. Sekali lagi, ikan yang diqurbankan adalah ikan yang bernilai tinggi di pasaran, baik pasar lokal maupun internsional.

Bagi pemerintah, KKP khususnya, Langkah ini merupakan sebuah upaya dalam menyukseskan gerakan kembali ke laut, sebagai salah satu capaian menuju poros maritim dunia, yakni gerakan makan ikan bagi masyarakat. Jika Indonesia bisa memulainya, bisa jadi akan diikuti oleh negara-negara lain. Jika demikian, maka produksi perikanan secara otomatis akan terdongkrak. Bagi Indonesia dengan gerakan ini akan memiliki bobot tinggi. Ibaratnya, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Di satu sisi kampanye makan ikan yang dicanangkan KKP bisa tercapai, di sisi lain produksi perikanan dalam negeri meningkat.

Bila kita mau jujur, hingga kini konsumsi makan ikan masyarakat Indonesia merupakan terendah dibandingkan dengan negara-negara lain. Indonesia baru mengonsumsi 25 gram per hari per kapita. Jauh dibandingkan dengan Jepang yang telah mengonsumsi ikan 100 sampai 200 gram per hari per kapita.

Konon pula, anak-anak Indonesia lahir dengan IQ sangat rendah. IQ anak-anak Indonesia hanya 98, sementara anak Malaysia 110, anak Singapura, Jepang dan Korea 130. Hal ini karena anak-anak Indonesia lahir dengan kekurangan protein yang mengandung omega 3 yang biasa terdapat pada ikan. Padahal protein dalam kandungan ikan selain untuk kecerdasan, juga untuk kesehatan dan kekuatan.

Ikan juga baik bagi ibu hamil. Pada masa kehamilan 3 bulan pertama (organogenesis), terjadi pembentukan otak dan tubuh pada janin. Maka jika kekurangan protein, otak dan tubuh tidak tumbuh maksimal. Salah satunya dapat menimbulkan autis, jantung bawaan dan kekurangan pertumbuhan. Saat ini angka autisme di Indonesia terbilang tinggi yakni 8 dari 1.000 kelahiran bayi. Sementara jantung bawaan juga pada angka 8 dari 1.000 kelahiran bayi.

Sementara nilai positif dari kandungan ikan bagi anak pengonsumsi ikan tidak gampang kena flu dan asma. Pengonsumsi ikan juga orangnya ekstrover, penggembira karena protein omega 3 itu bisa memengaruhi behaviour. Lihat saja orang-orang atau suku yang berada di pantai, orangnya selalu gembira, suka bernyanyi. Misalnya Suku Ambon, Manado, mereka selalu bernyanyi dan selalu riang.

Jadi, tunggu apa lagi ayo kita memasyarakatkan ikan dan mengikankan masyarakat. Mengusulkan Ikan menjadi satu di antara hewan qurban, kenapa tidak?

[Ki Nakasuha]

269 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *