Percepatan Industri Perikanan Akan Fokus di Pulau Kecil Terluar

Pemerintah berupaya untuk merumuskam kemudahaan berusaha dan mengembangkan insentif tambahan selain pajak. Hal ini akan tertuang dalam rencana aksi pembangunan industri perikanan nasional.

MARINDO-Terbitnya Inpres Nomor 7 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional, mendorong Kementeriam Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menyusun roadmap dan rencana aksi pembangunan industri perikanan nasional.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Nilanto Perbowo mengatakan, percepatan pembangunan industri perikanan nasional akan memfokuskan pada percepatan pembangunan sentra kelautan dan perikanan terpadu (SKPT) di 15 lokasi di pulau-pulau kecil dan kawasan perbatasan.

Lokasi SKPT tersebut yakni Simeulue, Natuna, Mentawai, Nunukan, Tahuna, Morotai, Biak Numgor, Sangihe, Rote Ndao, Moa, Saumlaki, Tual, Sarmi, Timika, dan Merauke.

“Pelaksanaan pembangunan SKPT tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, namun perlu dukungan penuh dari berbagai lembaga dan instansi serta pelaku usaha domestik sebagai calon investor,” ujar Nilanto pada Marine and Fisheries Business and Investment Forum di kantor KKP Jakarta, Kamis (15/9).

Menurut Nilanto, terbukanya peluang bisnis dan investasi di lokasi SKPT, akan membuka peluang besar bagi calon investor domestik dan asing untuk menanamkan modal di bidang pengolahan hasil kelautan dan perikanan

“Hal ini akan membuka peluang bisnis dan investasi sektor kelautan dan perikanan yang diatur dalam Perpres Nomor 44 Tahun 2016 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal,” jelasnya.

Untuk mendukung iklim investasi yang positif bagi lokasi SKPT, lanjutnya, maka saat ini pemerintah berupaya untuk merumuskam kemudahaan berusaha dan mengembangkan insentif tambahan selain pajak. Hal ini akan tertuang dalam rencana aksi pembangunan industri perikanan nasional.

Dalam kesempatan yang sama Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP Bramantyo S. Purwadi mengungkapkan, dari 15 pulau yang ditawarkan kepada investor, 3 pulau di antaranya yang paling siap. Tiga pulau itu antara lain Tahuna, Natuna san Simeulue.

“Semua sudah siap. Namun yang paling siap Tahuna, Natuna, Simeulue. Semua fasilitas mulai dari listrik dan bahan logistik pendukung seperti BBM dan lainnya sudah tersedia. Jadi kami mengundang investor untuk berinvestasi di sni,” ungkapnya.

Ditambahkan Bramantyo, saat ini dua BUMN perikanan seperti Perindo dan Perinus sudah menanamkan modalnya di sana.

‘Marine and Fisheries Business and Investment Forum’ adalah sebuah kegiatan untuk mengundang calon investor asing dan domestik dalam rangka percepatan pembangunan industri perikanan nasional, khususnya untuk 15 pulau tersebut.

Forum ini dilaksanakan selama dua hari yakni 15-16 September 2016 di Ballroom Gedung Mina Bahari III KKP. Acara yang dihadiri oleh berbagai kalangan ini dibuka oleh Sekjen KKP Sjarief Widjaja. [nss]

183 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *