2019, Indonesia Optimis Jadi Destinasi Wisata Halal Dunia

Jika Indonesia ingin menjadi destinasi pariwisata halal nomor satu dunia pada 2019, maka harus memenuhi syarat 3S (size, sustainable, dan spread).

 

MARINDO-Kementerian Pariwisata bersama Tim Percepatan dan Pengembangan Pariwisata Halal (TP3H) memberikan penghargaan ‘Anugerah Pariwisata Halal Terbaik’ kepada para pemenang Kompetisi Pariwisata Halal Nasional (KPHN) 2016, di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta, Rabu (21/9).

Pengumuman pemenang KPHN 2016 terbagi dalam 15 kategori, meliputi; (1) Airport Ramah Wisatawan Muslim Terbaik. (2) Hotel Keluarga Ramah Wisatawan Muslim Terbaik. (3) Resort Pantai Ramah Wisatawan Muslim Terbaik. (4) Biro Perjalanan Wisata Halal Terbaik. (5) Website Travel Ramah Wisatawan Muslim Terbaik. (6) Destinasi Bulan Madu Ramah Wisatawan Muslim Terbaik..

Selain itu, (7) Operator Haji dan Umroh Terbaik. (8) Destinasi Wisata Halal Terbaik. (9) Destinasi Kuliner Halal Terbaik. (10) Destinasi Budaya Terbaik. (11) Sentra Kuliner Halal Terbaik.(12) Pusat Belanja Ramah Wisatawan Muslim. (13) Restoran Halal Terbaik. (14) Daya Tarik Wisata Terbaik dan (15) Kuliner Halal Terbaik.

Ketua Tim TP3H Riyanto Sofyan mengatakan, para pemenang KPHN 2016 ini akan mewakili Indonesia ikut dalam ajang World Halal Tourism Award (WHTA) 2016 yang akan berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emeriat Arab (UEA) pada Desember 2016 mendatang.

“Di ajang WHTA 2016, Indonesia diharapkan dapat berprestasi kembali atau setidaknya meraih prestasi yang sama pada WHTA 2015 dengan meraih 3awards: World’s Best Halal Tourism Destination (Lombok), World’s Best Halal Honeymoon Destination (Lombok), dan World’s Best Family Friendly Hotel (Sofyan Betawi Hotel Jakarta),” kata Riyanto Sofyan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Indonesia optimisitis dapat menjadi destinasi pariwisata halal nomor satu dunia pada 2019. “Indonesia memang sangat potensial menjadi destinasi wisata halal paling unggul di dunia karena memiliki keragaman destinasi dan kekayaan budaya nusantara,” kata Menpar.

Menurut Arief, jika Indonesia ingin menjadi destinasi pariwisata halal nomor satu dunia pada 2019, maka harus memenuhi syarat 3S (size, sustainable, dan spread). Size pasar wisata halal, menurut Menpar, sangat signifikan dari 6,8 miliar penduduk dunia, 1,6 miliar di antaranya adalah muslim dan 60% usianya di bawah 30 tahun.

Berdasarkan laporan Comcec Report February 2016, Crescentrating, tahun 2014 ada 116 juta pergerakan halal traveler dan diproyeksikan tahun 2020 akan menjadi 180 juta perjalanan atau naik 9,08%, sementara di Indonesia dalam 3 tahun terakhir ini juga naik rata-rata 15,5%. Tercatat total pengeluaran wisatawan muslim dunia tahun 2014 mencapai US$ 142 miliar.

Tari Saman Aceh (Dok istimewa)
Tari Saman Aceh (Dok istimewa)

Wisata halal dunia juga memiliki sustainability atau growth tinggi mencapai 6,3% atau lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan pariwisata dunia sebesar 4,4% ataupun pariwisata ASEAN sebesar 5,5%.

Sedangkan untuk spread atau benefit juga besar. Untuk pengeluaran wisatawan mancanegara (wisman) dari Arab Saudi, misalnya, rata-rata sebesar US$ 1.750 per kunjungan/wisman dan wisman UAE US$ 1.500 per kunjungan/wisman atau lebih besar dibandingkan pengeluaran wisman dari Asia yang rata-rata US$ 1.200 per wisman/kunjungan.

Penyelenggaraan KPHN 2016 yang baru pertama kali ini, menurut Riyanto Sofyan, disambut gembira oleh masyarakat terutama para pemangku kepentingan (stakeholder) pariwisata, daerah atau destinasi pariwisata dan industri pariwisata. Hal ini terlihat dari jumlah peserta KPHN 2016 yang semula ditargetkan hanya 100 peserta, namun jumlah pendaftarnya mencapai 117 hingga akhirnya TP3H dan juri KPHN 2016 menetapkan 111 nominator untuk 15 kategori. [nss]

153 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *