Dirjen Hubla Terbitkan ‘Instruksi Dirjen’ Pemeriksaan Kelaiklautan Kapal

Pemeriksaan dan pengecekan antara lain mencakup aspek keselamatan kapal, pencegahan pencemaran, pengawakan, garis muat dan pemuatan, kesejahteraan awak kapal dan penumpang.

MARINDO-Guna menjamin terselenggaranya sistem keselamatan pelayaran serta mencegah terjadinya kecelakaan kapal yang kerap terjadi, Kementerian Perhubungan, melalui Ditjen Perhubungan Laut, melakukan peningkatan pengawasan kelaiklautan kapal terhadap seluruh kapal berbendera Indonesia yang beroperasi di perairan Indonesia.

Upaya tersebut ditindaklanjuti dengan dikeluarkannya Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor UM.008/69/8/DJPL-16 tanggal 21 September 2016 tentang Pemeriksaan Kelaiklautan Kapal (Ramp Check) Secara Terus-Menerus pada Seluruh Kapal Berbendera Indonesia.

Dalam instruksi tersebut, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Tonny Budiono memerintahkan kepada seluruh Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama, Kepala Kantor Pelabuhan Batam, Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I s.d. V dan Kepala Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP) Kelas I s.d. III, untuk melaksanakan pemeriksaan kelaiklautan kapal pada seluruh kapal yang beroperasi di wilayah kerja UPT masing-masing dan melaporkan hasilnya secara berkala kepada Dirjen Hubla.

Untuk memastikan pelaksanaan Ramp Check kapal-kapal dimaksud, maka pada 22 dan 23 September 2016, Tim dari Kantor Pusat Ditjen Hubla yang terdiri dari pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal (Marine Inspector) dari Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, Petugas pemeriksa keselamatan kapal di masing-masing pelabuhan, telah melaksanakan random check di beberapa pelabuhan antara lain di Pelabuhan Batam, Pelabuhan Merak (Banten), Pelabuhan Ambon (Maluku) dan Pelabuhan Padang Bai – Lembar (Bali – Lombok).

Beberapa aspek yang dilakukan pemeriksaan dan pengecekan antara lain mencakup aspek keselamatan kapal, pencegahan pencemaran, pengawakan, garis muat dan pemuatan, kesejahteraan awak kapal dan penumpang, status hukum kapal, menajemen keselamatan dan pencegahan pencemaran dari kapal (ISM-Code) dan manajemen keamanan kapal (ISPS-Code).

Dirjen Hubla Tonny Budiono (dok istimewa)
Dirjen Hubla Tonny Budiono (dok istimewa)

“Apabila dalam pengujian yang dilaksanakan ditemukan ketidaksesuaian maka terhadap kapal tersebut harus dilakukan perbaikan untuk memenuhi aspek kelaiklautan kapal, sebelum kapal disetujui untuk melakukan pelayaran,” ungkap Tonny.

Pada pelaksanaan Ramp Check yang dilakukan serentak di empat lokasi pelabuhan secara umum menunjukkan hasil yang cukup baik, yaitu seluruh kapal dinyatakan dalam kondisi laiklaut. Namun pada beberapa kapal masih ditemukan kekurangan minor yang harus segera ditindaklanjuti dan diperbaiki segera.

Di Batam, tim pemeriksa kelaiklautan kapal melakukan Ramp Check kapal di Pelabuhan Harbour Bay dan Pelabuhan Sekupang. Dari hasil pemeriksaan kelaiklautan kapal di Batam dapat disimpulkan bahwa secara umum kapal-kapal tersebut dalam kondisi baik dan laiklaut. Tim Marine Inspector hanya menemukan kesalahan minor yang harus diperbaiki pada pelayaran berikutnya.

Selain itu ditemukan juga adanya kekurangan dalam familiarisasi pada pergantian crew atau ABK kapal serta kurangnya kepedulian ABK terhadap masalah kecil yang bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan kapal seperti masalah kebersihan di atas kapal, kesiapan smoke detector, dan penataan kabel-kabel di area penting kapal. [nss]

350 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *