Kemenko Maritim-WMU Lakukan Kerjasama Pendidikan Kemaritiman

Sertifikasi kemaritiman menjadi aset untuk mendapat penghasilan lebih baik.

MARINDO-Pemerintah RI melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, yang diwakili oleh Sekretaris Kemenko Kemaritiman Asep D. Muhammad melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan World Maritime University (WMU) di Malmo, Swedia (29/09). Dalam penandatanganan ini WMU diwakili oleh Dr. Cleopatra Doumbia-Henry, Presiden World Maritime University.

Tujuan dari MoU ini untuk lebih meningkatkan kerjasama antara Indonesia dengan WMU dalam bidang peningkatan kapasitas SDM melalui pendidikan formal bidang kemaritiman maupun melalui pendidikan dan pelatihan yang sifatnya ‘tailor-made’. Hal ini sebagai upaya utk mempercepat penyiapan sumberdaya manusia kemaritiman yg memiliki kompetensi dan skill yang berstandard internasional.

WMU adalah universitas di bawah IMO (International Maritime Organisation). IMO yang berpusat di London, Inggris, memiliki 171 negara anggota. Dalam perkembangannya IMO membangun institusi pendidikan kemaritiman World Maritime University.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang SDM, IPTEK dan Budaya Maritim Safri Burhanuddin memberikan kuliah umum bertema Indonesia National Ocean Policy kepada 160 mahasiswa WMU. Kuliah umum ini berlangsung di Auditorium Sasakawa, WMU.

Ditemui saat berdiskusi dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) UK, Deputi Safri Burhanuddin menyampaikan bahwa sertifikasi kemaritiman menjadi aset untuk mendapat penghasilan lebih baik.

“Anda punya skill tapi tanpa sertifikat atau license anda hanya akan mendapat gaji sepertiga dari apa yang bisa didapat dengan sertifikat keahlian,”ujarnya.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menjalankan fungsi koordinasi dengan Kementerian terkait seperti Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Kelautan dan Perikanan mendorong pendidikan dan pelatihan bidang maritim agar berstandar internasional. Caranya dengan mendorong sertifikasi keahlian yang diakui secara global.

“SDM kita secara skill sudah bisa bersaing dengan SDM dari negara lain. Tapi masih banyak yang belum memiliki sertifikat keahlian, ini yang perlu kita dorong”, jelas Safri.

Dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman Bidang Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Maritim tersebut, maka proses peningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya bidang maritim dapat lebih ditingkatkan. [nss]

1,082 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *