STKBM Priok Minta Operator Pelabuhan dan PBM Bantu Sertifikasi Buruh Pelabuhan

Sertifikasi TKBM  terus dimaksimalkan agar  segera  merata. Diutamakan adalah bagi TKBM yang teraktif  dalam bekerja . Adapun biaya sertifikasi harus dicari solusinya jika tidak dibebankan kepada TKBM harus dicari solusi dan pihak terkait seperti operator pelabuhan dan terminal ataupun PBM dapat membantunya.

MARINDO–Saat  ini program sertifikasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Priok  masih  terus diupayakan  berjalan. Setelah beberapa waktu silam terlaksana sertifikasi bongkar muat  Gelombang I terhadap 50  orang  oleh Lembaga Sertifikasi Bongkar Muat Indonesia (LSP BMI) yang didirikan oleh sejumlah  pengurus DPP APBMI,  pada minggu awal Oktober 2016 dilanjutkan  sertifikasi  ke-2 yang juga diikuti oleh 50 TKBM.

Ketua Umum Serikat Tenaga Kerja Bongkar Muat (STKBM) Pelabuhan Priok Nur takim  mengatakan,  pihaknya mendorong agar sertifikasi TKBM  terus dimaksimalkan agar  segera  merata. Diutamakan adalah bagi TKBM yang teraktif  dalam bekerja . Adapun biaya sertifikasi harus dicari solusinya jika tidak dibebankan kepada TKBM. “Kita tengah mencari solusi dan kita harap  pihak-pihak terkait seperti operator pelabuhan dan terminal ataupun PBM dapat membantunya,” kata Nurtakim.

Selain itu, Nurtakim juga menegaskan agar sertifikasi  TKBM menggunakan LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) yang  sangat terkait, seperti yang dilakukan kerjasama saat ini antara Koperasi TKBM dengan LSP BMI yang didirikan oleh Pengurus  DPP APBMI itu. “Kita inikan bekerja di PBM (khusus  dermaga konvensional), saya rasa tepatnya ya gunakan LSP nya PBM itu sudah tepat,” katanya.

Ditambahkan  Cak Takim, panggilan lain Nurtakim, dalam acara Ulang Tahun STKBM mendatang, pihaknya akan  membuat  terobosan baru guna lebih mengenal perjuangan TKBM, yakni  akan dibuat film documenter tentang TKBM dan selanjutnya  diagendakan untuk  diputar secara bergiliran di masing-masing unit kerja TKBM.

Pelatihan dan sertifikasi para Tenaga Kerja Bongkar Muat tersebut, selain bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi para Tenaga Kerja Bongkar Muat di Pelabuhan juga sekaligus untuk melindungi mereka menghadapi keterbukaan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan berlaku tahun depan.

Seperti diketahui sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor. 60 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Bongkar Muat Barang dari dan ke kapal, telah diatur bahwa kegiatan bongkar muat barang di pelabuhan harus dilaksanakan dengan menggunakan peralatan bongkar muat yang memenuhi standar laik operasi dan menjamin keselamatan pelayaran.oleh Tenaga kerja Bongkar Muat yang berkompeten yang dibuktikan dengan sertifikat kompetensi.(**HB)

248 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *