Pembangunan Pasar Modern Akan Matikan Pelaku Usaha di Muara Baru

Menteri Kelautan dan Perikanan seperti kejar tayang dengan membuat berita sensasi, dengan tidak mempedulikan serta akan mengorbankan pelaku usaha di Muara Baru.

MARINDO-Rencana Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menjadikan kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta, menjadi pasar modern perikanan (Natinal Fisheris Center) dinilai akan mematikan dan menggusur para pelaku usaha perikanan yang sudah berusaha sejak berpuluh tahun di sana.

Tachmid, Ketua Umum Paguyuban Pengusaha Perikanan Muara Baru, mengatakan, Menteri Kelautan dan Perikanan seperti kejar tayang dengan membuat berita sensasi, dengan tidak mempedulikan serta akan mengorbankan pelaku usaha di Muara Baru. Dengan rencana membuat pasar modern tersebut, katanya, hanya akan menggusur mereka yang sudah berusaha sejak berpuluh tahun di sana.

“Menggunakan BUMN Perum Perindo sebagai tangan, para pengusaha disuruh keluar dari tempat processing ikan secara mendadak, dikasih waktu 1,5 bulan sudah harus kosongkan tempat usaha, tanpa solusi relokasi sementara sebagai tempat usaha mereka,” ujar Tachmid pada Maritim Indonesia.

Menurut Tachmid, Menteri KP sangat menyudutkan pengusaha perikanan di Muara Baru dengan pernyataannya bahwa para pengusaha Muara Baru menyewa lahan sangat murah yaitu Rp 10 juta/ha/tahun.

“Padahal itu tidak benar. Itu tarif sewa tahun 1980-an. Sekarang ini, tarif sewa sudah Rp 236 juta yang dinaikan menjadi Rp1,5 miliar per ha per tahun. Ini pastinya akan mematikan usaha kami atau sama saja akan mengusir kami secara tidak langsung,” ungkapnya.

Tachmid yang sudah 23 tahun berusaha di Muara Baru menyatakkan, Menteri KP melalui kendaraan Perum Perindo yang memegang hak penguasaan lahan di Pelabuhan Muara Baru, secara tidak langsung akan mematikan para pelaku usaha. Padahal ada 50.000 buruh bekerja di sana, yang seharusnya menjadi pertimbangan Men-KP.

“Nelayan diobrak-abrik, sekarang industri pengolahan diacak-acak. Semoga Pak Presiden mendengar dan mau mengatasi persoalan yang terjadi di sektor perikanan, di mana saat ini perikanan Indonesia dalam keadaan SOS,” tambahnya.

Sebenarnya Tachmid sudah berusaha bernegosiasi untuk bertemu dengan Dirut Perindo, tetapi hanya dipertemukan dengan Kepala Cabang Perindo Jakarta. Awalnya ia ingin mengusulkan kenakan tarif cukup 20% dari tarif lama karena NJOP sudah naik terus, tetapi Perindo tetap mau menaikan sampai 560%.

“NJOP tahun 2013 adalah Rp 2.779.000 sekarang sudah Rp 4.155.000,” katanya.

Lebih jauh Tachmid mengungkapkan, kondisi industri pengolahan ikan sedang sulit karena kekurangan bahan baku akibat penangkapan ikan yang juga kian sulit. Dengan pabrik kekurangan bahan baku, bagaimana bisa untung berusaha.

Seperti diketahui, sebelumnya KKP bersama Perum Perikanan Indonesia (Perindo) akan merevitalisasi kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Muara Baru, Jakarta Utara, dengan menjadikannya sebagai pasar ikan modern (National Fisheries Center) Muara Baru.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjelaskan dalam persiapannya membangun pasar ikan moderen tersebut akan dilakukan penataan ulang agar terlihat lebih rapi. Selain itu, Pusat Perikanan Muara Baru juga dilengkapi dengan sistem perdagangan online guna meningkatkan kenyamanan pedagang dan konsumen.

Pusat Perikanan Terpadu di Muara Baru ini akan didesain bangunan modern 2 lantai, di atas tanah seluas 100 hektar milik KKP dan Perum Perindo. Di dalamnya akan dilengkapi pusat perbelanjaan dan kuliner, cold storage hingga tempat pelelangan ikan yang akan terintegrasi secara langsung.

Soal investasi, KKP siap menggelontorkan Rp 200 miliar dan dari Perindo senilai Rp 360 miliar. Sementara untuk total perbaikannya seluas 100 hektar bisa mencapai antara Rp 3 hingga Rp 5 triliun, yang bisa saja didapatkan dari pihak swasta. [nss]

256 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *