Ditjen Hubla Siapkan Aturan Standar ‎Keselamatan Kapal Bermesin Tempel

Standar Keselamatan Kapal Bermesin Tempel ini akan dituangkan lewat Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Laut.

MARINDO-Masih tingginya tingkat kecelakaan yang dialami kapal-kapal speed boat, pemerintah melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, akan menyusun Standar Keselamatan Kapal Bermesin Tempel (Standard of Safety For Out Board Engine Vessel), sehingga dapat mereduksi kecelakaan pada jenis kapal tersebut.

Penyusunan ‎‎Standar Keselamatan Kapal Bermesin Tempel ‎diawali dengan penyelenggaraan konsinyering yang diikuti oleh instansi dan stake holder terkait.

Dirjen Perhubungan Laut A. Tonny Budiono mengatakan, konsinyering ini bertujuan untuk membahas ketentuan khusus mengenai keselamatan kapal speed boat bermesin tempel berupa Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Laut yang selama ini belum ada.

“Keselamatan kapal merupakan hal terpenting dalam sistem keselamatan pelayaran di indonesia, termasuk keselamatan kapal bermesin tempel (out board engine vessel). Hal ini tentunya menjadi tanggungjawab Negara, sehingga seluruh kapal berbendera Indonesia memenuhi persyaratan keselamatan kapal‎,“ jelas Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Hubla, Sugeng Wibowo, saat membacakan sambutan Dirjen Perhubungan Laut pada pembukaan Konsinyering di Hotel Alila Jakarta, Rabu (5/10/2016).

Menurut Sugeng, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sebagai regulator dalam pengawasan kelaiklautan kapal termasuk kapal speed boat bermesin temple, akan terus meningkatkan keselamatan pelayaran, konektivitas antar pulau serta memberikan perlindungan lingkungan maritim.

‎Diharapkan, ‎hasil konsinyering ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan masukan dalam merumuskan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Laut tentang Standar Keselamatan Kapal Bermesin Tempel.

Hal yang akan dirumuskan, menurut Sugeng, mencakup standar keselamatan konstruksi kapal bermesin tempel (out board engine), kekuatan konstruksi lambung kapal bermesin tempel, Instalasi sistem mesin tempel, Safety and fire control plan di kapal mesin tempel serta survey dan sertifikasi kapal bermesin tempel.‎

“Peserta konsinyering diharapkan dapat menyamakan persepsi terkait dengan standar keselamatan kapal bermesin tempel dengan menyampaikan informasi dan rencana terbaru mengenai penyusunan standar keselamatan kapal bermesin tempel,” ujar Sugeng.‎

Ia berharap, antar pelaksana teknis dan stakeholder juga agar dapat berdiskusi terhadap permasalahan speed boat di Indonesia dan peningkatan pengawasan keselamatan bagi kapal-kapal yang akan dibangun dan yang akan beroperasi di indonesia. [nss]

230 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *