TPK Koja dan Serikat Pekerja, Teken Perjanjian Kerja Bersama

Sejumlah point penting dalam PKB baru ini bagi pekerja antara lain, adanya peningkatan yang cukup signifikan beberapa hal, yakni THR, tunjangan pendidikan, tunjangan cuti, tunjangan mobilisasi, dan sejumlah insentif lainnya. Adapun bonus  tahunan (Jaspro) belum ada kesepakatan baru, yang artinya memungkinkan masih menggunakan pasal PKB lama yakni 7 persen dari pendapatan perusahaan.

MARINDO–Setelah mengalami proses yang panjang dan alot selama hampir 2 tahun digodok, akhirya Manajemen Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) dan Serikat Pekerja pada hari ini 10 Oktober 2016  menandatangani Perjanjian Kerja Bersama (PKB) untuk periode 2016- 2017.

Dokumen  PKB diteken oleh General Manager TPK Koja, Ade Hartono dan Ketua Umum SP TPK Koja, Prakoso Wibowo di kantor perusahaan itu. Acara itu juga disaksikan oleh Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jakarta Utara Hedy Wijaya, perwakilan Hutchison Port Indonesia Normaliza, Riyanti Ang serta perwakilan Pelindo II Susetyo dan Heru Budiono. Kesepakatan itu berlaku surut, yakni 1 Januari 2016 sampai 31 Desember 2017.

Ade Hartono mengatakan, PKB merupakan hal yang mendudukkan hak dan ke‎wajiban antara manajemen dan pekerja untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis untuk keberlangsungan perusahaan.

Ade Hartono mengharapkan PKB ‎ini menjadi modal yang penting untuk meningkat kinerja perusahaan, mengingat tantangan ke depan perusahaan makin berat, baik kompetisi bisnis maupun seiring beroperasinya terminal baru NPCT-1 dan  kondosi perekonomian yang belum begitu bergairah. 

‎ Ketua Umum SP TPK Koja Prakoso Wibowo mengatakan, Proses penggodokan PKB cukup memakan waktu yang lama setelah berakhirnya PKB sebelumnya pada Desember 2014. “Tapi kami tetap terus berjuang hingga harus meneteskan air mata, demi peningkatan kesejahteraan anggota, dan alhamdulillah hari ini ditandatangani. Kami karyawan dan pegawai komit untuk mendukung manajemen dalam memaksimalkan kinerja perusahaan,” kata Prakoso.

Dikatakan Prakoso, sejumlah point penting dalam PKB baru ini bagi pekerja antara lain, adanya peningkatan yang cukup signifikan beberapa hal, yakni THR, tunjangan pendidikan, tunjangan cuti, THR, tunjangan mobilisasi, dan sejumlah insentif lainnya. Adapun bonus  tahunan (Jaspro) belum ada kesepakatan baru, yang artinya memungkinkan masih menggunakan pasal PKB lama yakni 7 persen dari pendapatan perusahaan.

Prakoso juga mengharapkan agar pemegang saham perusahaan memperhatikan masalah fasilitas bongkar muat yang sangat perlu diperbahrui serta menambah kedalaman kolam, agar perusahaan dapat bersaing secara  maksimal  dengan terminal lain. Meskipun sampai saat ini dengan masih adanya alat CC (Container Crane) yang tergolong “tua”,  pekerja mampu menunjukkan produktifitas di atas rata-rata yang ditargetkan.  (HBB)

 

237 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *