2017, Potensi Lestari Perikanan Tangkap Capai 9,9 Juta Ton

Dengan melihat warna air dari citra satelit bisa terlihat bahwa perikanan Indonesia biomassanya naik.

MARINDO–Kinerja pemerintah Indonesia dalam pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) selama dua tahun terakhir berdampak positif pada peningkatan stok ikan nasional. Kajian yang dilakukan Komite Kajian Stok Ikan Nasional (Kasjiskan), menyatakan bahwa tahun depan Indonesia memiliki potensi tangkap lestari hingga 9,9 juta ton.

“Dengan melihat warna air dari citra satelit saja itu bisa terlihat bahwa perikanan Indonesia biomassnya naik,” ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, di Yogyakarta, Senin (10/10).

Penelitian Kajiskan, lanjut Susi, sesuai dengan perhitungan kuantitatifnya Universitas California Santa Barbara (University of California Santa Barbara) yang menghitung, misalnya, dengan satu jenis ikan cakalang saja.

Dengan dilakukannya penegakan illegal fishing dan reformasi perikanan, maka biomassa akan meningkat sebanyak 25 persen. Sebaliknya, jika tidak dilakukan maka akan turun 81 persen.

“Kita perkirakan kalau kita jaga penegakan illegal fishing terus jalan, lalu alat tangkap tidak ramah lingkungan kita bereskan, kita berharap kembali sebelum tahun 2000, yaitu bisa mencapai 15 juta ton ke atas,” paparnya.

Menurut Susi, ini merupakan awal yang tepat untuk memastikan bahwa ikan banyak di laut. Pasalnya, pemerintah ingin potensi perikanan bisa lestari karena pemerintah sudah menentukan masa depan bangsa ini ada di laut. [nss]

358 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *