Pembangunan Kereta Semi Cepat Akan Terintegrasi Dengan Pelabuhan Kering

Rencana pemerintah membangun kereta semi cepat Jakarta-Surabaya akan terintegrasi dengan beberapa pelabuhan kering (dry port) yang ada di sepanjang Pulau Jawa. Selain Cikarang dan Bandung, nantinya akan dibangun beberapa pelabuhan kering lainnya untuk mendukung kelancaran pengiriman arus barang dari dan ke tempat tujuan.

MARINDO–Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, jalur kereta semi cepat Jakarta-Surabaya bukan hanya akan digunakan untuk angkutan penumpang, tapi juga akan mengintegrasikan jalur tersebut dengan beberapa lokasi pelabuhan kering (dry port) untuk mengangkut pengiriman barang dari Jakarta ke Surabaya atau sebaliknya.

“Saya berniat menjadikan pelabuhan kering Cikarang sebagai percontohan dalam skema bongkar muat barang. Nanti pembangunannya kami serahkan ke swasta saja. Dry port yang di Cikarang itu jadi model karena (mereka) bagus,” ujar Luhut menjawab pertanyaan wartawan terkait rencana pembangunan kereta semi cepat yang dibiayai dari APBN itu.

Luhut juga mengakui, pembangunan pelabuhan kering di Indonesia terlambat. Menurutnya, seharusnya ada beberapa lokasi yang diperuntukkan bagi pembangunan pelabuhan kering di Jakarta, seperti di wilayah Cempaka Putih. Namun sayangnya, di lokasi tersebut saat ini malah digunakan untuk lahan properti.

“Jika skema bongkar muat barang di Cikarang berjalan baik hingga enam bulan sejak dimulainya pada tanggal 1 Desember nanti, maka pemerintah akan menyusun rencana pembangunan pelabuhan kering di sejumlah lokasi,” ujarnya.

Rencananya pelabUhan kering lain akan dibangun di Tangerang dan di wilayah Bogor untuk daerah selatan. Terkait soal ini, pemerintah sedang menyusun standar pelayanan dan harganya.

Seperti diketahui, Menko Luhut telah menawarkan proyek kereta semi cepat ini kepada Jepang, sebagai tindak lanjut dari pembicaraan Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Shinzo Abe, dalam lawatannya ke negara tersebut belum lama ini. Namun ia belum bisa memastikan apakah Jepang yang akan mengerjakan proyek ini.

“Kalau Jepang tidak bisa memberikan teknologi dan angka yang lebih murah kita kasih ke alternatif lain. Kita sudah belajar dari proyek Jakarta-Bandung. Saya sudah bicara dengan Ibu Rini (Menteri BUMN), (kami sepakat) yang akan membiayai (studi kelayakan) adalah pemerintah. Karena kita tidak mau didikte,” ujarnya.

Menko Luhut menegaskan, pengerjaaan proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya akan dilakukan oleh pemerintah Indonesia dan dikerjakan secara transparan. Pembiayaan studi kelayakan akan ditanggung oleh Pemerintah 9APBN) dan akan dilakukan oleh BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). [nss]

204 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *