HM Fuadi “Nakhodai” APBMI 2016 – 2021

Dalam penyampaian Visi dan Missinya, HM Fuadi menegaskan bahwa selama ini persoalan yang sering dihadapi perusahaan bongkar muat adalah adanya silang pendapat dengan Pelindo sebagai BUP (Badan Usaha Pelabuhan). Untuk itulah,  Fuadi akan berupaya menciptakan strategi baru  untuk eksistensi PBM (perusahaan bongkar muat) yakni meningkatkan sinergi dengan BUP dengan prinsip bisnis yang fair dan proporsional.

MARINDO—Musyawarah Nasional (Munas) ke-7 Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) di Padang Sumatera Barat  27 – 28  Oktober 2016 lalu menetapkan H.M. Fuadi,  Chief Executive Officer/CEO Tubagus Group, sebagai Ketua Umum DPP APBMI periode 2016-2021. Munas dibuka oleh Dirjen Perhubungan Laut, Antonius Tonny Budiono mewakili Menteri Perhubungan sebagai Pembina.

Proses terpilihnya Fuadi  melalui pemungutan suara (voting). Ada 2 kandidat calon ketua yang mengikuti kompetisi pemilihan menuju “APBMI –1 “  , yakni HM Fuadi dan Epyardi Asda CEO Kaluku Maritima Utama . Sedangkan Ketua Petahanan Sodik Harjono yang sebelumnya siap dalam  kompetisi, akhirnya memutuskan mundur dari bursa calon ketua. Pengunduran dirinya disampaikan  pada saat membacakan laporan pertanggungjawaban (LPJ)  kepengurusan APBMI 2013-2016 di hadapan 400-an peserta Munas  tersebut. LPJ Kepengurusan Sodik Harjono diterima bulat oleh floor tanpa catatan.

Dari hasil voting yang diikuti 341 peserta Munas yang memiliki hak suara, HM Fuadi  berhasil meraup 185 suara sedangkan Epiardi Asda meraih 156 suara. Proses pemilihan tanggal 27 Oktober  dari sore hingga larut malam berjalan cukup dramatis. Sebab, saat perhitunga suara perolehan suara keduanya terus menempel. Awalnya Epyardi agak tertinggal jauh, namun di tengah perjalanan mengejar angka HM Fuadi.

Dalam penyampaian Visi dan Missinya, HM Fuadi menegaskan bahwa selama ini persoalan yang sering dihadapi perusahaan bongkar muat adalah adanya silang pendapat dengan Pelindo sebagai BUP (Badan Usaha Pelabuhan). Untuk itulah,  Fuadi akan berupaya menciptakan strategi baru  untuk eksistensi PBM (perusahaan bongkar muat) yakni meningkatkan sinergi dengan BUP dengan prinsip bisnis yang fair dan proporsional.

Sedangkan Epyardi Asda dalam visi misinya sebelum proses pemilihan mengatakan, akan memperjuangkan di tingkat regulasi yang selama ini menjadi titik silang pendapat antara PBM dan Pelindo.   Salah satunya akan memperjuangkan revisi UU Pelayaran Nomor 17/2008 yang di dalamnya mengatur kepelabuhanan dan bongkar muat. Di sanalah terdapat pasal-pasal yang multi tafsir dan sebagai pemicu silang pendapat itu.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Laut  Antonius Tonny Budiono meminta APBMI solid dan menjadi satu kembali setelah sebelumnya terjadi perpecahan. “Kalau satu, kita sebagai Pembina juga enak dalam memberikan pembinaan dan pelayanan,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, APBMI pecah setelah adanya Munaslub pada tahun 2013 di Semarang. Munaslub itu mendemisionerkan Kepengurusan APBMI hasil Munas VI di Batam tahun 2011.

Dirjen Perhubungan Laut  Antonius Tonny Budiono mendukung dan merekomendasikan pelaksanaan Munas VI I APBMI di Padang yang digelar oleh DPP APBMI hasil Munaslub 2013 Semarang, dengan catatan agar Munas dijadikan sarana islah (damai) dari 2 kubu menjadi satu. Sesuai harapan Dirjen, kubu yang berseberangan dengan APBMI Munaslub 2013 akhirnya berbondong-bondong datang ke Munas di Padang tersebut. Meski sempat menjadi kekhawatiran akan terjadinya suasana “panas” yang memicu  perpecahan kembali, namun hal itu dapat diatasi oleh Panitia Munas APBMI. Duduk sebagai Ketua Penyelenggara Munas (OC) adalah Apriayatna (ketua DPW APBMI Sumatera Barat) dan Ketua Pengarah (SC) adalah Capt. Oggy Hargiyanto. (HBB)

257 total views, 2 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *