Tren Kunjungan Wisata Bahari Terus Meningkat

Untuk mencapai taget 12 juta wisatawan, maka semua perizinan harus dipermudah, mulai dari bebas visa hingga Ijin untuk charter flight.

MARINDO–Secara global, tren pariwisata bahari terus mengalami peningkatan, termasuk kunjungan ke destinasi wisata bahari di Asia. Berdasarkan data, destinasi pariwisata bahari unggulan di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan dalam 3 tahun terakhir.

Deputi IV Bidang Koordinasi SDM, Iptek, dan Budaya Maritim, Kemenko Bidang Kemaritiman, Safri Burhanuddin mengungkapkan, menilik terjadinya peningkatan tersebut, perlu pembahasan pengembangan potensi bahari untuk dijadikan atraksi wisata, hingga promosi dan peningkatan investasi dalam pembangunan pariwisata bahari di Indonesia.

“Pemerintah berkomitmen untuk mengembangkan pariwisata bahari sebagai pendorong pengembangan poros tol laut di Indonesia. Pemerintah juga telah menetapkan 10 kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN),” ujar Safri dalam Seminar Nasional Pengembangan Pariwisata Bahari di Kepulauan Riau, Jumat (28/10).

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun mengatakan, Kepri memiliki potensi pariwisata bahari yang sangat besar. Antara lain pengembangan dan pembangunan Kawasan Natuna – Anambas – Lingga.

Di Natuna ada Pulau Senoa untuk kegiatan snorkelling dan diving. Dii Pantai Tanjung untuk kegiatan wisata pantai dan kombinasi ke kampong-kampong.

Di Lingga, di sekitar Pulau Benan terdapat pariwisata berbasis masyarakat/desa wisata dan Pulau Mepar terdapat pariwisata berbasis masyarakat, yakni desa wisata dan wisata sejarah dan heritage.

Sementara di Anambas, di Pulau Jemaja tempat wisata pantai dan ekowisata (agro/pertanian), Pulau Siantan untuk wisata konservasi penyu dan air terjun dan Pulau Penjalin untuk underwater seperti snorkelling dan diving.

Deputi IV Bidang Koordinasi SDM, Iptek, dan Budaya Maritim, Kemenko Bidang Kemaritiman, Safri Burhanuddin bersama Gubernur Kepri Nurdin Basirun.
Deputi IV Bidang Koordinasi SDM, Iptek, dan Budaya Maritim, Kemenko Bidang Kemaritiman, Safri Burhanuddin bersama Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Indonesia dan Penasehat Menteri Pariwisata, Indroyono Soesilo mengatakan, pemerintah menargetkan 12 juta wisata dengan devisa masuk ke Indonesia sebesar US$ 13 milyar.

“Untuk 2019 ditargetkan US$ 20 milyar. Dengan demikian akan terbuka 11 juta lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Sementara di Kepulauan Riau sendiri, perizinannya akan dipermudah, bebas visa,” katanya.

Untuk mencapai target 400 persen naik di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), kata Indroyono, maka perlu mempermudah perijinan, bebas visa, sehingga dapat berdampak tidak langsung pada wisata bahari. Juga mempermudah ijin kapal wisata asing yacht.

Indroyono menambahkan, Tanjung Pinang harus punya marina untuk mengadakan kegiatan sail. Saat ini baru ada lima marina, yaitu yang ada di Belawan, Priok, Perak, Benoa, dan Makassar. Ijin untuk charter flight juga dipermudah.

Gubernur Kepri Nurdin Basirun menambahkan, Kepri memang potensial meski tidak termasuk dalam 10 destinasi wisata unggulan, Potensi wisata di Kepri sangat besar, hanya belum tersentuh. “Jika tidak ada aturan dan pengembangan, potensi wisata di Kepri akan sia-sia. Kami bukan tidak ada keinginan membangun, tapi terus terang regulasi yg sedikit menghambat,” kata Nurdin Basirun. [nss]

342 total views, 2 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *