Coffee Morning STIP Jakarta Jaring Masukan untuk Perbaiki Kualitas

Dari sejumlah masukan, antara lain dari Pelayaran Humpus, Pertamina Perkapalan dan sejumlah praktisi pelayaran lainnya, salah satu kelemahan pelaut lulusan baru (fresh graduate) adalah masih kurang skill dalam hal berbahasa inggris sehingga mempengaruhi kurangnya mental beradaptasi dengan pelaut asing dalam satu kapal. Juga skill lain seperti penguasaan ISM Code yang masih kurang.

MARINDO—Meski gaungnya sudah tak asing lagi di kancah kepelautan, namun manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta tak berhenti untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan sehingga dapat menghasilkan lulusan sesuai kebutuhan pasar yang sangat dinamis.

Salah satu upaya yang ditempuh adalah menjaring masukan dari berbagai kalangan, terutama stakeholder dan masyarakat terkait yang dikemas dalam acara Coffee Morning hari ini, Jum’at 4 November 2016 di Kelapa Gading Jakarta Utara. Acara dihadiri oleh Kapusbang SDM Perhubungan Laut Capt. Arifin Soenardjo dan Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok I Nyoman Gede Saputra serta pejabat lainnya.

Kapusbang SDM Perhubungan Laut Capt. Arifin Soenardjo dalam pembukaannya menandaskan bahwa pemerintah tengah menekankan pentingnya lembaga diklat termasuk kepelautan untuk mempertajam out put SDM terapan (vokasi).Skill berbahasa inggris bagi lulusan adalah bagian dari out put SDM terapan. Ia juga meminta STIP Jakarta juga memperhatikan hal ini.

 Dalam bincang –bincang dengan Stakeholder dan sejumlah lembaga diklat kepelautan yang hadir, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta Capt. Weku F.Karuntu membuka kesempatan seluas-luasnya kepada stakeholder dan masyarakat untuk menyampaikan masukan, saran, pesan dan bahkan kritikan mengumpulkan seluruh stakeholder  yang sasarannya adalah untuk perbaikan dalam pelakansanaan diklat di STIP Jakarta.

Dari sejumlah masukan, antara lain dari Pelayaran Humpus, Pertamina Perkapalan dan sejumlah praktisi pelayaran lainnya, salah satu kelemahan pelaut lulusan baru (fresh graduate) adalah masih kurang skill dalam hal berbahasa inggris sehingga mempengaruhi kurangnya mental beradaptasi dengan pelaut asing dalam satu kapal. Juga skill lain seperti penguasaan ISM Code yang masih kurang.

Menanggapi soal kemampuan penguasaan bahasa inggris yang memang juga diakui oleh Capt. Arifin Soenardjo, Ketua STIP Jakarta Capt. Weku F.Karuntu mengatakan saat ini telah dilaksanakan perbaikan-perbaikan dalam pelaksanaan diklat khususnya skill berbahasa inggris. “Kita sedang melakasanakan penyesuaian kurikulum baru (tentang diklat bahasa inggris) yang mengacu pada IMO Model Course 317, semoga nantinya dapat berjalan efektif,” kata Capt. Weku.

Hal lain yang berkembang dalam diskusi Coffee Morning itu adalah keharusan  sinergi antara lembaga diklat dengan user, untuk pelaksanaan praktek kerja laut maupun  darat sebagai bagain dari proses diklat. Selain itu adalah soal sertifikasi electrical yang sampai saat ini masih mengkhawatirkan karena masih banyak yang belum sesuai dengan STCW 2010 yang bakal diberlakukan 2017. Di sisi lain, masih minimnya lembaga yang melaksanakan sertifikasi hal ini.

Menanggapi hal itu, Kabag Administrasi Akademik dan Ketarunaan STIP Jakarta Capt. Sukirno, M.Mar. mengatakan pihaknya siap dan tengah dalam proses pelaksanaan program sertfikasi electrical. (HBB)

1,315 total views, 2 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *