Hytera Fasilitasi ‘Radio Trunking System’ Canggih Untuk TNI AL

Sistem Hytera sudah digunakan secara luas oleh Kementerian Hukum Inggris, Kementerian Keamanan dan Hukum Belanda, Jaringan Keamanan Nasional Malaysia, Kepolisian Militer Brasil, Pengadilan Militer Rusia, dan Departemen Aksi Cepat Tanggap Korea.

MARINDO–Digital Mobile Radio Trunking Pro System dari Hytera akan memperbarui sistem komunikasi analog Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut yang lama. Trunked Radio System tersebut merupakan sistem radio dua arah yang dikendalikan oleh komputer di mana beberapa saluran frekuensi radio dapat digunakan oleh banyak pengguna.

Hytera Communications Corp. Ltd, sendiri merupakan produsen Professional Mobile Radio (PMR) communications terkemuka di dunia. Hytera menawarkan solusi komunikasi yang lengkap dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pemerintah, keamanan publik, utilitas, transportasi, perusahaan, dan bisnis.

Perwakilan Hytera Indonesia, Steven Hao mengatakan, Hytera telah memenangkan kontrak untuk menyediakan fasilitas Digital Mobile Radio (DMR) Trunking Pro System yang canggih untuk TNI Angkatan Laut. Solusi yang dirancang khusus untuk TNI Angkatan Laut ini, ditampilkan secara bersamaan dengan produk dan tekonologi terbaru Hytera di pameran Indo Defense sejak 2-5 November 2016 lalu.

“Jaringan Nasional TNI Angkatan Laut akan menjadi jaringan radio digital dua arah pertama untuk TNI. Hal ini akan menjadi contoh yang menarik untuk proyek berikutnya yang juga membutuhkan sistem komunikasi terpercaya,” ujar Steven Hao.

Hytera Digital Radio PD788G yang telah disesuaikan untuk TNI AL
Hytera Digital Radio PD788G yang telah disesuaikan untuk TNI AL

Hytera DMR Trunking Pro System, lanjut Steven Hao, merupakan sistem yang paling canggih di antara teknologi sejenis. DMR Trunking Pro System, sebuah solusi berbasis IP yang dapat ditingkatkan dan fleksibel, memungkinkan penyebaran dengan biaya rendah dan komunikasi infrastruktur terpercaya bagi para pengguna di seluruh wilayah geografi.

“Tidak hanya dapat memfasilitasi komunikasi melalui suara tetapi juga memberikan solusi digital yang cerdas seperti pengiriman GPS, pengiriman pesan teks, dan perekaman suara,” tambahnya.

Lebih jauh Steven Hao menuturkan, pada tahap pertama, proyek Jaringan Nasional TNI Angkatan Laut tersebut akan meliputi pembangunan 14 pos yang menjangkau pusat komando TNI Angkatan Laut di dua kota besar. Pada tahap kedua, cakupannya akan diperluas dengan menjangkau basis TNI Angkatan Laut dari berbagai daerah di Indonesia yang menjalankan kesatuan pusat komando dan kontrol.

“Adanya gangguan dalam berkomunikasi, terutama pada saat menjalankan misi yang genting tidak dapat kami toleransi. Kami ingin meningkatkan efisiensi komunikasi dengan menggunakan sistem Hytera, hal ini sangat penting karena Indonesia telah berkembang menjadi poros maritim dunia,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Peperangan Elektronika TNI Angkatan Laut Kadiskomlekal Laksamana Pertama TNI Ir. Hinsa P. Lumban Tobing saat berkunjung ke booth Hytera di pameran Indo Defense.

Sebagai catatan, Hytera telah mendukung lembaga dan instansi pemerintahan Indonesia sejak 2009, termasuk Badan Intelijen Nasional (BIN), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan SAR Nasional (Basarnas), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan Pertamina.

Kepala Dinas Komunikasi TNI AL Hinsa P. Lumbun Tobing, bertanya seputar fitur terbaru digital radio Hytera.
Kepala Dinas Komunikasi TNI AL Hinsa P. Lumbun Tobing, bertanya seputar fitur terbaru digital radio Hytera.

Secara internasional, sistem Hytera digunakan secara luas oleh Kementerian Hukum Inggris, Kementerian Keamanan dan Hukum Belanda, Jaringan Keamanan Nasional Malaysia, Kepolisian Militer Brasil, Pengadilan Militer Rusia, dan Departemen Aksi Cepat Tanggap Korea.

Didirikan pada tahun 1993 di Shenzhen, Cina, Hytera telah berkembang menjadi pemain utama dalam industri PMR dengan basis pelanggan yang besar di lebih dari 120 negara dan wilayah di seluruh dunia.[nss]

1,094 total views, 9 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *