Kadin Minta Tol Laut Tetap Jadi Fokus Pemerintah

Program tol laut harus didukung dengan kesiapan infrastruktur dan peningkatan jumlah galangan kapal dan terintegrasinya pelabuhan, aiport, terminal hingga stasiun.

MARINDOO–Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai transportasi berperan penting dalam rantai pasok. Distribusi suatu produk yang diproduksi sampai di konsumen memerlukan rangkaian moda transportasi. Untuk itu, dunia usaha mendorong terwujudnya sistem transportasi nasional yang efisien dan terintegrasi.

Salah satu moda transportasi itu adalah angkutan laut di mana program tol laut menjadi menjadi fokus perhatian pemerintah saat ini. Program nasional ini dilatar-belakangi karena adanya disparitas harga yang cukup tinggi antara wilayah barat dan timur.

Terang saja, pertumbuhan ekonomi yang terpusat di Pulau Jawa mengakibatkan transportasi laut di Indonesia tidak efisien dan relatif mahal karena tidak adanya muatan balik dari wilayah-wilayah yang pertumbuhan ekonominya rendah, khususnya di Kawasan Timur Indonesia.

“Saat ini biaya transportasi dalam satu rangkaian distribusi barang atau produk masih menjadi komponen biaya yang relatif cukup besar dalam struktur total biaya logistik. Oleh karena itu, tersedianya sistem transportasi yang efisien, terintegrasi serta terpercaya dengan konektivitas yang baik adalah kunci untuk dapat meningkatkan daya saing produk nasional,” ungkap Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perhubungan, Carmelita Hartoto di sela-sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kadin di Jakarta, Rabu (15/11/2016).

Menurutnya, sistem transportasi yang efisien dan terintegrasi tidak hanya dapat meningkatkan daya saing, tetapi juga dapat meningkatkan kegiatan ekonomi yang berarti penciptaan lapangan kerja baru yang dampaknya tentu bermuara untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan masyarakat luas.

Pada prinsipnya tol laut merupakan penyelenggaraan angkutan laut secara tetap dan teratur yang menghubungkan pelabuhan-pelabuhan di Jawa terutama Tanjung Priok dan Surabaya sebagai pusat sentra produksi ke pelabuhan-pelabuhan diluar Jawa dari Sumatera hingga Papua dengan memaksimalkan penggunaan kapal laut.

“Program tol laut kami harapkan dapat menempatkan transportasi laut sebagai tulang punggung sistem transportasi nasional. Kami juga berharap agar sistem yang diberlakukan itu benar, tepat sasaran, serta memperhatikan pasarnya juga. Perlu ada pengkajian lebih lanjut efisiensinya seperti apa,” ungkap Carmelita.

Selain itu, program tol laut harus didukung dengan kesiapan infrastruktur dan peningkatan jumlah galangan kapal yang saat ini masih minim. Dia juga berharap agar ke depan, setiap pelabuhan, aiport, terminal hingga stasiun bisa terintegrasi satu sama lain.

“Pembangunan sistem transportasi yang efisien dan terintegrasi seharusnya bisa dipercepat untuk mewujudkan konektivitas, menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing kita,” kata Carmelita.

Kadin juga menyoroti peningkatan muatan kapal nasional. Menurut Carmelita, transformasi term of trade dari FOB ke CIF akan menyelematkan devisa jasa transportasi yang selama ini 90% dikuasai oleh kapal berbendera asing. Oleh karenanya, Kadin merekomendasikan agar pelaksanaan transformasi term of trade dari FOB ke CIF juga segera dipercepat.

Lebih jauh Carmelita mengatakan, Kadin memahami keberhasilan pembangunan sektor transportasi menjadi tugas bersama antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi dan masyarakat. Kadin merasa terpanggil untuk mengetahui posisi sektor transportasi saat ini dan berkontribusi secara konstruktif mencari solusi efektif dan efisien serta berkelanjutan dalam membangun transportasi di Indonesia kedepan.

Terkait soal pendidikan di sektor transportasi, Carmelita mengatakan, pendidikan transportasi telah terpenuhi dari segi kuantitas, namun secara kualitas masih kurang dan belum mampu bersaing secara internasional. “SDM yang kualitasnya di bawah standar akan berdampak pada keselamatan transportasi nasional,” katanya. [nss]

344 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *