ASURANSI NELAYAN : Lima Nelayan Meninggal Dunia Siap Dapat Santunan

Nelayan yang meninggal dunia di laut mendapat santunan sebesar Rp 200 juta dan meninggal dunia di luar kecelakaan laut sebesar Rp 160 juta.

MARINDO–Meskipun asuransi nelayan secara resmi belum diluncurkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), tetapi beberapa nelayan yang mendapat kecelakaan telah melakukan klaim kepada PT. Asuransi Jasindo, sebagai penanggung jawab asuransi tersebut. Nelayan-nelayan itu melakukan klaim mulai dari kecelakaan luka-luka hingga meninggal dunia.

Plt Dirjen Perikanan Tangkap KKP Zulficar Mochtar mengatakan, sudah ada enam orang nelayan yang mengklaim diri untuk mendapatkan pembayaran dari Jasindo. Selain meninggal karena kecelakaan saat melaut, ada juga beberapa nelayan yang mengalami kecelakaan di luar kegiatan melaut.

“Sudah ada beberapa yang melakukan klaim ke Jasindo dan sekarang dalam tahap proses pencairan. Mereka kebanyakan bukan meninggal karena kecelakaan di laut tapi karena di luar aktifitas melaut,” ujar Zulficar kepada Maritim Indonesia.

Direktur Kenelayanan Ditjen Perikanan Tangkap KKP Syafril Fauzi membenarkan adanya klaim tersebut. Namun ia akan melakukan cross check kepada Jasindo soal berapa angka pasti yang melakukan klaim.

“Memang Jasindo sudah menerima klaim dari nelayan, meskipun program asuransi nelayan secara resmi belum dilaunching oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, tetapi kan program sudah jalan” ungkap Syafril.

Sementara itu, Kepala Unit Usaha Pertanian dan Mikro Jasindo Ika Dwinita Sofa saat dikonfirmasi Maritim Indonesia juga membenarkan adanya klaim tersebut. Menurut Ika, sudah ada 6 pengajuan klaim meninggal dunia dan 1 luka badan.

Saat ini nelayan yang mengajukan klaim, katanya, masing-masing di Kabupaten Singkil 2 orang, Aceh Selatan 1 orang, Garut 1 orang, di Brebes 1 orang dan 1 orang dari Tanjung Balai yang mengaami luka-luka. “Ya, enam orang yang mengajukan klaim dan satu di antaranya luka badan saja. Yang luka badan akan mendapat pengobatan sampai sembuh,” terang Ika.

Menurut Ika Dwinita, ada dua jenis klaim kecelakaan meninggal dunia yang dicover oleh Jasindo untuk nelayan. Yaitu meninggal dunia di laut dengan besaran santunan Rp 200 juta dan meninggal dunia di luar kecelakaan laut sebesar Rp 160 juta. Sementara untuk luka-luka akan diobati sampai sembuh atau maksimal Rp 20 juta.

Seperti diketahui, PT Asuransi Jasindo telah resmi menjadi mitra Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) setelah menandatangani perjanjian kontrak untuk memberikan jaminan asuransi bagi 1 juta nelayan Indonesia. Perjanjian kerja tersebut ditandatangani langsung oleh Direktur Utama PT Jasindo Solihah dengan Direktur Kenelayanan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) Syafril Fauzi, beberapa waktu lalu (16/9).

Pemberian premi asuransi untuk 1 juta nelayan merupakan salah satu program prioritas KKP. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang No. 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan dan Petambak Garam.

Profesi nelayan memang memiliki resiko tinggi kecelakaan saat melaut, bahkan hingga meninggal dunia. Melalui program asuransi nelayan ini pemerintah hadir untuk memberikan perlindungan bagi nelayan. Diharapkan program ini juga bermanfaat untuk mendorong produktivitas dan kesejahteraan nelayan.

Syafril mengatakan cuaca ekstrim, keselamatan kerja, harga hasil tangkapan yang tidak stabil dan kompetisi yang tidak sehat adalah sebagian dari resiko yang harus diterima nelayan dalam melakukan pekerjaannya melaut. “Melihat resiko tersebut, para nelayan akan mendapatkan jaminan santunan apabila terjadi kecelakaan kerja dan meninggal dunia,” katanya.

Adapun jaminan yang ditanggung yaitu, nelayan yang mengalami kecelakaan dan memerlukan biaya pengobatan, mengalami cacat tetap, meninggal dunia karena kecelakaan dalam bekerja, dan nelayan meninggal yang disebabkan bukan karena aktivitas penangkapan ikan.

Lebih lanjut Syafril menjelaskan, total premi untuk satu juta nelayan senilai Rp 175 miliar. Dari nilai tersebut, nelayan akan mendapatkan santunan kecelakaan akibat melakukan aktivitas penangkapan ikan sebesar Rp 200 juta apabila meninggal dunia, Rp 100 juta apabila mengalami cacat tetap dan Rp 20 juta untuk biaya pengobatan.

“Selain itu, nelayan juga akan mendapatkan jaminan santunan kecelakaan akibat selain aktivitas penangkapan ikan Rp 160 juta apabila meninggal dunia, cacat tetap Rp 100 juta dan biaya pengobatan Rp 20 juta,” jelas Syafril Fauzi. [nss]

1,365 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *