Kemenhub Lakukan Pencarian Korban Tubrukan Kapal di Perairan Tuban

Dirjen Tonny mengingatkan pentingnya memperhatikan rambu-rambu navigasi dan aturan keselamatan pelayaran agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

MARINDO–Kapal Ditjen Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, terus melakukan pencarian terhadap korban tubrukan kapal MV Tay Son 4 dengan Kapal Moror Nelayan (KMN) Mulya Sejati di Perairan Tuban, Jawa timur.

Akibat kecelakaaan laut tersebut, KMN. Mulya Sejati yang membawa 27 ABK (nelayan) itu tenggelam yang hingga saat ini sebanyak 15 orang belum ditemukan, sedangkan 12 orang lainnya dapat diselamatkan.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Tonny Budiono mengatakan, kapal patroli milik Ditjen Hubla Kemenhub telah diperintahkan untuk membantu mencari korban kecelakaan kapal yang belum ditemukan. “KNP. Grantin P.211 milik Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Perak Surabaya dan KNP. 50018/V-13 milik KUPP Brondong telah dikerahkan dan telah bergabung dengan Tim SAR untuk mencari korban yang belum ditemukan,” kata Tonny.

Kepala Syahbandar Utama Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Capt. Hary Setyobudi menyebutkan, 12 orang yang selamat saat ini posisinya berada di Lamongan. “Dua orang Korban kecelakaan yang sudah dievakuasi saat ini telah berada di RSUD Lamongan dan 10 orang lainnya diinapkan di penginapan Mekar Jaya Pacitan Lamongan,” ujar Hary.

Seperti diberitakan, pada Sabtu (19/11) sekitar pukul 04.00 WIB, di Laut Jawa, tepatnya di perairan Tuban, Jawa Timur, pada titik koordinat 06.33.03.5/112 derajat telah terjadi kecelakaan Kapal MV Tay Son 4 berbendera Vietnam dengan IMO number 9370587 bertabrakan dengan Kapal Motor Nelayan (KMN) Mulya Sejati berbobot 41 GT asal Pati, Jawa Tengah (Jateng).

Kapal MV Tay Son 4 dengan berat 8.216 GT mengangkut Anak Buah Kapal (ABK) sebanyak 22 orang yang dinakhodai oleh Nguyen Duc Hung bermuatan Tapioka berangkat dari Pelabuhan asal Singapura dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Terkait dengan kecelakaan laut tersebut, Dirjen Tonny mengingatkan pentingnya memperhatikan rambu-rambu navigasi dan aturan keselamatan pelayaran agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

“Saya menyayangkan kejadian kecelakaan ini harus terjadi lagi. Atas nama institusi, saya menyampaikan turut berduka dengan adanya korban jiwa akibat kecelakaan ini. Kedepan, Nakhoda kapal harus dapat memperhatikan aturan keselamatan pelayaran dan rambu-rambu navigasi pelayaran agar tidak terjadi lagi kecelakaan serupa,” kata Tonny.

Adapun untuk faktor penyebab kecelakaan tubrukan kedua kapal tersebut, Dirjen Tonny menyerahkan seluruh proses pemeriksaannya kepada Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) dan menunggu hasil rekomendasi KNKT untuk perbaikan keselamatan pelayaran ke depannya. [NSS]

407 total views, 2 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *