Presiden Jokowi Resmikan Pelabuhan Perikanan Nusantara Untia

Pelabuhan Perikanan Nusantara Untia menghabiskan anggaran sebesar Rp 200 milyar dengan biaya keroyokan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

MARINDO–Presiden Joko Widodo meresmikan operasionalisasi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Untia di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (26/11). Dalam acara peresmian itu, Presiden didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo.

Pelabuhan ini merupakan salah satu sentra perikanan penting di Kawasan Timur Indonesia dan akan dikembangkan menjadi kawasan industri perikanan dengan sarana dan prasaranan yang memadai, baik fasilitas pokok, fungsional maupun penunjang.

Nantinya Pelabuhan Perikanan Untia ini akan mendukung aktifitas nelayan yang berada di zona Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 713 yang memiliki potensi sumber daya ikan sebesar 929.700 ton/tahun. WPP 713 yakni meliputi perairan Selat Makassar, Teluk Bone, Laut Flores dan Laut Bali.

“Pelabuhan ini juga akan dapat melayani sampai 300 kapal, mulai dari ukuran < 5 GT sampai > 30 GT, dengan target produksi perikanan sebesar 1.680 ton per tahun,” demikian siaran pers Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dikirimkan kepada Maritim Indonesia.

Progres pembangunan pelabuhan seluas 5,4 Ha ini dirasakan mulai sangat intensif dalam dua tahun terakhir. Hal ini tidak terlepas dari sinergitas pendanaan antara pemerintah pusat dan daerah dengan total anggaran mencapai Rp 200 milyar.

Guna pemanfaatan lahan dan sebagai bagian dari implementasi Peraturan Presiden 44 Tahun 2016, KKP juga mengundang beberapa investor dalam dan luar negeri untuk berinvestasi di Pelabuhan Perikanan Untia. Salah satu yang telah berkomitmen adalah investor dari Rusia (Blackspace Resources) yang akan membangun unit pengolahan ikan dan cold storage dengan kapasitas 300 ton bekerjasama dengan BUMN Perikanan (Perum Perindo).

Ke depan, melalui peran serta pemerintah daerah dan kesadaran dari para nelayan, Pelabuhan Perikanan Nusnatara Untia diharapkan secara cepat bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi wilayah berbasis perikanan yang nantinya berkontribusi terhadap peningkatan produksi, PDB perikanan, ekspor, jumlah tenaga kerja dan tingkat konsumsi ikan.

Selain meresmikan, Presiden juga meninjau progres Pembangunan Unit Pengolahan Ikan hasil kerjasama Perum Perindo dengan PT. Blackspace Resources – Rusia, Pelayanan Perijinan Usaha Perikanan Tangkap dan sarana rantai dingin berupa ice flake machine kapasitas 1,5 ton.

Selanjutnya, Presiden juga menyerahkan secara simbolis asuransi nelayan dari target 10.000 kartu di Provinsi Sulawesi Selatan, pembayaran klaim asuransi kepada ahli waris sebanyak enam orang masing-masing senilai Rp 160 juta, bantuan kapal penangkap ikan (3 GT) sebanyak 5 unit, dan bantuan alat tangkap, serta menyapa nelayan-nelayan Sulawesi Selatan yang terkenal pemberani dan tangguh. [NSS]

469 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *