Eksistensi Koperasi TKBM Terancam, Buruh Pelabuhan Siap Mogok

Serikat Pekerja Transportasi Indonesia  (SPTI) menegaskan siap menggerakkan aksi demo dan mogok nasional di pelabuhan sebagai  jalan terakhir jika proses negosiasi  untuk tetap mempertahankan koperasi TKBM di pelabuhan  mengalami  jalan buntu.

MARINDO—Kalangan koperasi TKBM Pelabuhan tengah dihadapkan oleh kabar tak sedap, tentang eksistensinya di pelabuhan.

Ketua Induk Koperasi TKBM  (Tenaga Kerja Bongkar Muat)  pelabuhan, Sugito  mengaku mendapatkan informasi  adanya wacana dari  Ditjen Perhubungan Laut yang akan mencabut SKB 2 Dirjen dan 1 Deputy  Tentang Pembinaan dan Penataan Koperasi TKBM di Pelabuhan.

SKB itu ditandatangani  oleh Direktur jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Deputi Kelembagaan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Negara Koperasi dan UKM  pada tahun 2011, sebagai revisi dari SKB sebelumnya  tahun 2002.

“Kami mendapatkan informasi bahwa Dirjen Perhubungan Laut akan mencabut SKB itu dan akan diganti dengan peraturan Dirjen Perhubungan Laut saja tentang pembinaan dan penataan penyedia jasa tenaga kerja bongkar muat di pelabuhan. Ini jelas-jelas akan menghilangkan koperasi TKBM yang telah puluhan tahun eksis di sana,” kata Sugito pada acara Rakornas Inkop TKBM hari ini (7 Desember 2016) di Hotel Grand Cempaka Jakarta Pusat.

Untuk itu, lanjut Sugito,  Inkop TKBM yang terdiri dari 94 Koperasi Primer yang tersebar di pelabuhan seluruh Indonesia  menolak keras rencana itu.

Tentang hal itu,  Surya Bakti Batubara, pengurus Serikat Pekerja Transportasi Indonesia  (SPTI) menegaskan siap menggerakkan aksi demo dan mogok nasional di pelabuhan sebagai  jalan terakhir jika proses negosiasi  untuk tetap mempertahankan koperasi TKBM di pelabuhan  mengalami  jalan buntu.

Deputi Bidang Kelembagaan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Negara  Koperasi dan UKM, Untung Tribasuki, SH, SPN mengatakan, pihaknya juga tak setuju jika penataan dilakukan  dengan  menghapus koperasi  yang jelas-jelas sangat dilindungi oleh  berbagai undang-undang.

“Saya akan berjuang sekuatnya agar koperasi TKBM tetap ada di pelabuhan. Dan saya tidak akan menyetujui konsep apapun jika koperasi TKBM dihilangkan,” ujarnya. (HBB)

475 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *