Tingkatkan Keselamatan Pelayaran, Menhub Resmikan 3 VTS

Dibangunnya ketiga VTS ini dapat memberikan manfaat yang besar dalam menjamin keselamatan pelayaran. Meberadaan VTS yang terintegrasi ditujukan untuk memonitor lalu lintas pelayaran dan alur lintas pelayaran dan mendorong efisiensi bernavigasi.

 MARINDO–Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, meresmikan 3Vessel Traffic Services (VTS) milik Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Ke-3 VTS itu ialah VTS Belawan, VTS Palembang, dan VTS Surabaya.

 

Pembangunan VTS ini dimaksudkan untuk menyediakan bantuan kepada industri pelayaran di alur pelayaran padat dan sibuk serta mempunyai tingkat resiko yang tinggi. Hingga saat ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan telah memiliki 21 VTS yang tersebar di seluruh wilayah Distrik Navigasi di Indonesia.

Menurut Menhub, keberadaan VTS yang terintegrasi ditujukan untuk memonitor lalu lintas pelayaran dan alur lintas pelayaran dan mendorong efisiensi bernavigasi. Selain itu, sebagai perlindungan lingkungan maritim serta memberikan kemampuan bagi pihak terkait untuk berinteraksi dan menanggapi perkembangan situasi lalu-lintas kapal di wilayah VTS dengan menggunakan sarana perangkat radio dan elektronika pelayaran secara real time.

“Saya berharap dengan dibangunnya VTS ini dapat menurunkan resiko kecelakaan kapal sehingga mampu memberikan rasa aman bagi pengguna jasa pelayaran yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja ekonomi,” ucap Menhub saat peresmian 3 VTS tersebut di Kantor Stasiun Radio dan Pantai Belawan, Provinsi Sumatera Utara, Jumat (9/12).

Menhub berpesan agar peralatan VTS yang sudah canggih ini harus didukung dengan SDM yang professional. Karena secanggih apapun alat yang digunakan namun bila tidak didukung dengan SDM yang profesional maka tidak akan berguna.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, A. Tonny Budiono menjelaskan, pengembangan VTS Belawan, VTS Palembang dan VTS Surabaya ini dilakukan pada tahun 2015 dengan menggunakan dana APBN. Ketiganya dilengkapi dengan berbagai peralatan dan teknologi pendukung yang modern sehingga dapat dimanfaatkan dengan baik dalam mendukung keselamatan pelayaran yang berada dalam wilayah cakupan sistem tersebut.

“Sedangkan jenis layanan yang dapat diberikan oleh setiap stasiun VTS antara lain Pelayanan Informasi (Information Service), Pelayanan Bantu Navigasi (Navigation Assistence Service), dan Pelayanan Pengorganisasian Lalu Lintas (Traffic Organization Service),” jelas Tonny.

Tonny juga berharap dengan dibangunnya ketiga VTS ini dapat memberikan manfaat yang besar dalam menjamin keselamatan pelayaran. Di sisi lain dapat dimanfaatkan oleh para operator pengguna jasa transportasi laut sehingga akan dapat meningkatkan PNBP Jasa Kenavigasian pada masing-masing VTS sesuai dengan tarif yang telah diatur oleh PP No.15 Tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak di Lingkungan Kementerian Perhubungan.

Adapun operasional ketiga Stasiun VTS ini telah berjalan dan berfungsi secara penuh dalam memberikan pelayanan serta didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang terdiri dari Kepala Stasiun VTS, Supervisor, Operator, Teknisi dan Administrator.

 

Kondisi fisik dan operasional

Pengembangan VTS Belawan dilaksanakan pada tahun 2015 yang meliputi Bangunan Gedung VTS 9 (sembilan) lantai dengan tinggi bangunan 34,6 meter dan dilengkapi Peralatan VTS seperti Radar, Automatic Identification System (AIS), Radio VHF Communication, CCTV, Meteorologi Sensor dan peralatan pendukung lainnya.

 Adapun sejak tanggal 1 April 2016 Stasiun VTS Belawan telah melakukan Penarikan PNBP Jasa Kenavigasian VTS dan sampai dengan saat ini memiliki pendapatan perbulan sekitar 70 juta rupiah. 

Pengembangan VTS Palembang dilaksanakan pada tahun 2015 yang meliputi Bangunan Gedung VTS 9 (sembilan) lantai, dan Peralatan VTS seperti Radar, Automatic Identification System (AIS), Radio VHF Communication, CCTV, Meteorologi Sensor dan peralatan pendukung lainnya.

 Di samping itu, Stasiun VTS Palembang juga telah melakukan Penarikan PNBP Jasa Kenavigasian VTS yang dimulai pada tanggal 1 Juli 2016 dan hingga saat ini memiliki pendapatan setiap bulannya sekitar 60 juta rupiah.

VTS Surabaya : Pengembangan VTS Surabaya dilaksanakan pada tahun 2015 yang meliputi Bangunan Gedung VTS 9 (Sembilan) lantai dengan tinggi 34,5 meter dan dilengkapi peralatan VTS seperti Radar, Automatic Identification System (AIS), Radio VHF Communication, CCTV, Meteorologi Sensor.

 Pada Stasiun VTS Surabaya juga telah dilakukan Penarikan PNBP Jasa Kenavigasian VTS yang dimulai pada tanggal 1 Juni 2016 dan sampai dengan saat ini memiliki pemasukan PNBP perbulan sekitar 200  juta rupiah. [NSS}

331 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *