BPSDMPKP Beri Penghargaan Kepada Tiga Kelompok Perikanan Mandiri

Penghargaan ini diberikanan sebagai salah satu bentuk motivasi bagi kelembagaan pelaku utama perikanan untuk meningkatkan kinerja dan produktivitasnya.

MARINDO–Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan penghargaan kepada kelompok pelaku utama perikanan mandiri berprestasi secara nasional. Penghargaan diberikan secara simbolis oleh Kepala Badan Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (BPSDMP KP) Rifky Effendi Hardijanto, pada Rabu (14/12), di Jakarta.

Kelompok pelaku utama yang mendapatkan penghargaan pada tahun ini (2016) adalah Kelompok Mino Bayu Lestari dari Kulonprogo, Yogyakarta (Juara I); Kelompok Mina Makmur Jaya dari Kota Jambi (Juara II), serta Kelompok Mertha Segara Samuh dari Kuta Selatan, Bali (Juara III). Ketiga kelompok tersebut telah meningkat kemampuan kelas kelompoknya, salah satunya dilakukan melalui pendampingan oleh penyuluh perikanan.

Mino Bayu Lestari berdiri pada 2011, ditetapkan sebagai kelompok berdasarkan Surat Keputusan (SK) Pengukuhan Nomor 27/HM.PI/XII/2012, dengan jenis usaha pembesaran ikan gurami. Kelompok dengan kelas madya ini, beranggotakan 23 orang. Aset yang dimiliki senilai Rp 117 juta, dengan omset Rp 181.474.000, dan jumlah kolam 63 unit dengan luas 1.512 m2.

Adapun Mina Makmur Jaya berdiri pada 2012, ditetapkan sebagai kelompok berdasarkan SK Pengukuhan Nomor 399.A/TLP/XII/2014, dengan jenis usaha Keramba Jaring Apung (KJA) ikan nila. Kelompok dengan kelas madya ini, beranggotakan 16 orang. Asset yang dimiliki senilai Rp 695 juta, dengan jumlah KJA 327 unit, masing-masing berukuran 3X4 m, dan omset mencapai Rp. 1.123.276.000.

Sementara itu, Mertha Segara Samuh berdiri pada 1989, ditetapkan sebagai kelompok berdasarkan SK Pengukuhan Nomor 461 Tahun 1997, dengan jenis usaha penangkapan ikan sebagai usaha pokok serta jasa transportasi pariwisata bahari, restoran, art shop, penyawaan perahu, counter water spot, dan simpan pinjam sebagai usaha sampingan. Kelompok dengan kelas utama ini, beranggotakan 54 orang. Omsetnya mencapai 11,5 milyar.

Kepala Badan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan KKP Rifky Effendy Hardijanto mengatakan, penghargaan ini diberikanan sebagai salah satu bentuk motivasi bagi kelembagaan pelaku utama perikanan untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas, pengelolaan usaha, serta kontribusinya dalam pembangunan kelautan dan perikanan.

“Kelompok perikanan mandiri dicirikan dengan ikatan yang terbentuk pada kelompok tumbuh berkembang menuju kemampuan kelompok untuk mengatur dan mengarahkan diri sendiri dengan memanfaatkan, mengolah dan mengelola optimalisasi potensi sumberdaya untuk kesejahteraan anggotanya,” ujar Rifky.

Menurut Rifky, sektor kelautan dan perikanan memiliki peran penting dalam pembangunan nasional sebagai pendorong pertumbuhan perekonomian nasional, penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan serta pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.

Untuk menjalankan peran sentral tersebut, maka diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, andal, serta berkemampuan, dan tercermin pada para pelaku utama sebagai pelaku pembangunan kelautan dan perikanan, yang mampu membangun agribisnis dari hulu sampai dengan hilir.

Menurut Rifky, pihaknya telah melaksanakan penilaian dan penetapan penyuluh teladan nasional dan kelompok mandiri berprestasi nasional sebagai apresiasi terhadap kontribusi positif penyuluh dan kelompok yang disuluh.

Penilaian obyektif

Kepala Pusat Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (Pusluhdaya KP) Endang Suhaedy menambahkan, penilaian kelompok perikanan mandiri berprestasi dilakukan melalui proses penilaian yang obyektif, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Hasil penilaian tersebut harus memberikan gambaran yang akurat dan terukur terhadap kinerja pelaku utama perikanan.

Penilaian kelompok berprestasi nasional, kata Endang, dilakukan berjenjang mulai seleksi dari tingkat kabupaten/kota dan provinsi untuk selanjutnya diusulkan menjadi calon kelompok mandiri berprestasi nasional. Penilaian tersebut melalui beberapa tahapan, antara lain penilaian portofolio, wawancara melalui video conference, dan uji petik penilaian lapangan.

“Kita ingin memberikan motivasi kepada kelompok pelaku utama perikanan serta memberikan apresiasi terhadap kelompok mandiri yang meningkat kemampuan kelas kelompok yang selama ini dibina oleh penyuluh perikanan, sehingga pelaku utama dapat lebih meningkatkan kinerja dan produktifitas dalam pengembangan usahanya,” jelas Endang.

Penilaian dan penetapan penyuluh teladan nasional sendiri sudah dilaksanakan selama tiga tahun sedangkan penilaian dan penetapan kelompok mandiri berprestasi nasional telah dilaksanakan selama dua tahun. [NSS]

1,348 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *