Pemerintah Targetkan Biaya Logistik Turun Jadi 19% Tahun 2019

Langkah yang ditempuh, lanjut Puji Hartanto, pemerintah mempersiapkan penataan dan revitalisasi sejumlah aspek transportasi, seperti kereta api double track, pelabuhan, jalan raya, bandara dan infrastrukur lain terkait.

MARINDO—Pemerintah mentargetkan penurunan biaya logistic hingga mencapai angka 19 persen  pada tahun 2019. Sebelumnya biaya logistic  mencapai hingga 27 persen dan ini angka terbesar di Asean.

Hal itu disampaikan oleh Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubunganm Puji Hartanto membacakan sambutan Menteri Perhubungansaat membuka acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Angkutan Barang Organda 2016 yang dilaksanakan di ruang serbaguna PT.Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, yang diselenggarakan Kamis (15-12-2016).

Langkah yang ditempuh, lanjut Puji Hartanto, pemerintah mempersiapkan penataan dan revitalisasi sejumlah aspek transportasi, seperti kereta api double track, pelabuhan, jalan raya, bandara dan infrastrukur lain terkait.

Ketua Umum DPP Organda, Andrianto Djokosutono mengatakan,jika mengacu pada biaya logistik Indonesia yang kini masih mencapai 24% dari gross domestic product (GDP). Dari Angka GDP tersebut, kontribusi yang berasal dari transportasi darat atau truk mencapai 48% sehingga membuat moda transportasi ini menjadi target utama pemerintah dalam mengatasi penurunan biaya logistik.

“Karena itu perlu upaya terus menerus atau berkesinamhungan antara Organda dan Pemerintah dalam menata angkutan barang di Indonesia agar lebih efisien,” ujarnya.

Andrianto mengatakan, saat ini salah satu solusi pemerintah untuk menurunkan biaya logistik yakni dengan mengalihkan sebagian arus pengiriman barang dari darat ke laut melalui program tol laut. Sayangnya, program ini masih mengalami berbagai hambatan yang pada akhirnya biaya pengiriman melalui jalur darat dinilai masih lebih ekonomis ketimbang jalur laut.

Hadir dalam acara itu antara lain,  General Manager Pelindo II Cabang Tanjung Priok, Hendro Haryono, Dirut PT.Indonesia Kendaraan Termimal (IKT) Armen Amir,Para pengguna jasa pelabuhan Priok dan asosiasi terkait di pelabuhan.(HBB)

683 total views, 2 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *