Menteri Susi Minta Pemkab Morotai Buat Perda Penangkapan Ikan Torani

Siklus ikan torani bertelur dari Juli hingga November, sehingga pada Agustus para nelayan tidak boleh menangkap ikan.

MARINDO–Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta Pemkab Morotai, Maluku Utara, untuk membuat Perda (Peraturan Daerah) terkait penangkapan ikan torani dan wilayah penangkapan di wilayah tersebut. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelestarian laut dan sumber daya ikan.

“Yang tangkap telur ikan torani juga harus dibuat Perda. Kalau tidak, nanti ada orang Sulawesi ke sini menangkap sepanjang tahun,” ujar Menteri Susi saat kunjungan kerjanya di Kabupaten Morotai, Maluku Utara (19/12).

Kunjungan kerja dilakukan untuk meninjau progres pembangungan Sentra Kelautan dan Perikan Terpadu (SKPT) di salah satu pulau terluar Indonesia tersebut.

Menurut Susi, siklus ikan torani bertelur dari Juli hingga November, sehingga pada Agustus para nelayan tidak boleh menangkap ikan. Susi juga mengingatkan untuk membuat Perda terkait zona wilayah penangkapan.

“Bikin juga Perda bahwa di bawah 4 mill gak ada jaring. Kalau namanya aturan, kan sudah ada perda, aturannya sudah jelas,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut Menteri Susi juga meminta Pemda Morotai mengasuransikan nelayan. Apalagi, menurut Susi, ikan sudah berlimpah sehingga nelayan akan lebih produktif menangkap ikan sehingga perlu mendapat perlindungan.

Susi mengatakan, melimpahnya ikan akan sangat mendukung produktifitas nelayan. Oleh karenanya, pemerintah terus mengupayakan asuransi nelayan terus berjalan efektif.

Susi juga menyoroti tentang abrasi pantai yang terjadi di beberapa titik pantai. Susi pun meminta partisipasi aktif masyarakat untuk menanamkan tanaman bakau di sekitar pantai.

“Ini yang abrasi, sambil iseng daripada gak ada kegiatan, Bapak-Bapak bisa tanam mangrove, supaya pantainya tidak abrasi. Barangkali bisa 10 batang atau 20 batang saja,” imbuhnya. [NSS].

Teks foto : Menteri Susi di hadapan masysrakat Morotai.

396 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *