2017, Survei ATTN Balitbang Perhubungan Fokus Pada Penumpang

Balitbang Perhubungan sedang menjajaki kerjasama dengan salah satu provider telepon seluler untuk melakukan survei terhadap ATTN penumpang.

MARINDO–Setelah selesai melakukan survei untuk Asal Tujuan Transportasi Nasional (ATTN) untuk barang pada 2016, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbang Perhubungan) pada tahun 2017 akan fokus pada ATTN untuk penumpnag.

Berbeda dengan ATTN barang yang lebih mudah terdeteksi, untuk ATTN penumpang survei dan penelitian akan sedikit rumit dilakukan. Namun sukurlah, dengan adanya perkembangan teknologi, khususnya telepon seluler yang bersifat mobil, survei untuk penumpang akan lebih terbantu. Balitbang Perhubungan, misalnya, akan memantau dengan melakukan kerjasama dengan salah satu provider telepon seluler.

“Kita hanya ingn mengetahui sejauhmana pergerakan penumpang. Kami tidak tahu nomor berapa atau pun punya siapa pemegang HP tersebut, tapi kami cukup mengetahui ke mana saja pergerakan penumpnag itu,” kata Kepala Balitbang Perhubungan, Kementerian Perhubungan, Agus Santoso saat launching ATTN Barang di kantor Balitbang Perhubungan, di Jakarta, Rabu (28/12).

Menurut Agus, melalui kerjasama dengan salah satu provider terbesar di Indonesia, maka akan memudahkan dalam mendeteksi arus penumpang bergerak dari satu tempat ke lain tempat. Di lapangan, katanya, nanti akan ditentukan sebagai titik acuan dan titik validasi survei tersebut.

“Karena Pak Menhub sekarang ini ingin setiap kebijakannya berbasis pada riset dan survei. Maka itu Balitbang Perhubungan mendapat amanat strategis terkait policy yang akan dikeluarkan Menhub,” katanya.

Seperti diketahui, survei ATTN dilakuan untuk memperoleh gambaran tentang sejauhmana pertumbuhan dan perkembangan jumlah maupun pola pergerakan barang dan orang antar wilayah atau antar zona, baik di internal Indonesia maupun dari dan ke luar negeri.

Data tentang asal dan tujuan pergerakan barang dan orang sangat dibutuhkan untuk proses pengambilan keputusan yang terkait dengan pengelolaan perangkat transportasi, seperti kebijakan investasi di bidang sarana dan prasarana transportasi, kebijakan operasional, kebijakan pengelolaan, bahkan kebijakan pengaturan dan regulasi.

Pelaksanaan survei ATTN barang dan survei ATTN orang yang dilaksanakan secara terpisah pada tahun yang berbeda. Untuk barang telah dilakukan pada 2016, sementara untuk orang atau penumpang akan dilakukan pada 2017. Diharapkan pada bulan Maret 2017 sampai September 2017 survei keduanya sudah bisa diekspose degan akurat.

Metoda yang digunakan juga berbeda dengan metoda yang biasa digunakan pada periode sebelumnya. Jika pada perioda sebelumnya, survei ATTN barang dilaksanakan dengan cara menghimpun informasi dari responden pengemudi angkutan barang atau yang mengantarkan barang, maka pada survei ATTN orang akan menggunakan handphone untuk mengetahui pergeraan dari satu ke lain tempat. “Sekali lagi, kami tidak untuk mengetahui secara private, tapi hanya ingin mengetahui pergerakan orang saja,” jelasnya.

Selain survei ATTN untuk penumpang, pada kegiatan tahun 2017, Balitbang Perhubungan juga akan melakukan penelitian pada kegiatan strategis lainnya semisal pemetaan gempa pada infrastruktur tarnsportasi.

Terang saja, perencanaan pembangunan infrastruktur transportasi harus memperhatikan potensi terjadinya gempa. Pasalnya, Indonesia terletak di jalur ring of fire kawasan Pasifik dan menjadi pusat pertemuan beberapa lempeng bumi seperti lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik, yang sangat rawan akan gempa.

Selaain itu, kegiatan andala lainnya adalah inventarisasi potensi TOD dan rencana pengembangan, penyusunn pedoman standar angkutan umum permukiman, dan peningkatan infrastruktur untuk pengembangan pariwisata.

“Penyusunan masterplan pelabuhan dan bandar udara untuk mendukung pembangunan strategis dan peningkatan infrastruktur untuk pembangunan wilayah Papua dan Maluku, juga menjadi penelitian kami pada 2017,” jelas Agus. [NSS]

664 total views, 2 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *