2016, Cumi dan Sotong Indonesia Melejit di Pasar Ekspor

KKP memiliki pekerjaan rumah untuk meningkatkan angka konsumsi ikan masyarakat Indonesia. Pada 2017, ditargetkan konsumsi ikan nasional mencapai 46 kilogram per kapita per tahun.

MARINDO–Cumi, sotong, dan gurita merupakan produk perikanan Indonesia yang mengalami peningkatan signifikan di pasar ekspor yang mencapai 61,64% mengalahkan udang yang mencapai 5,86%. Sementara nilai ekspor perikanan nasional selama 2016 naik sebesar 4,96 persen.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDS PKP) Nilanto Perbowo berharap  untuk tahun depan angka tersebut bisa lebih meningkat lagi. Pasalnya, saat ini pasar ekspor Indonesia sedang baik di Amerika Serikat dan Jepang.

Lebih jauh Nilanto menjelaskan, pada tahun 2016 total anggaran untuk Dirjen PDSPKP adalah sebesar Rp743.700.880.000 dengan realisasi sebesar 94,82%. Dari anggaran 2016 tersebut, sebanyak 62,17% atau senilai Rp462,3 miliar dialokasikan untuk stakeholder.

Selama tahun 2016, terdapat kegiatan prioritas yang sebagian besar sudah diselesaikan oleh Ditjen PDSPKP, di antaranya pengadaan 100 ice flake machine skala 1,5 ton, 13 ice flake machine skala 10 ton, 16 integrated cold storage, 17 single storage, 8 pabrik rumput laut, 2 pabrik tepung ikan, 6 gudang rumput laut, 1 pasar ikan terintegrasi, dan 4 sentra kuliner.

Terkait konsumsi ikan masyarakat di tahun 2016, Nilanto mengungkapkan datanya belum dapat dipublish karena data konsumsi ikan baru bisa didapat sekitar bulan Februari. Namun, Nilanto menegaskan pihaknya masih memiliki pekerjaan rumah (PR) untuk meningkatkan angka konsumsi ikan masyarakat Indonesia. Namun pada 2017 ia menargetkan konsumsi ikan nasional mencapai 46 kg per kapita per orang.

“Konsumsi ikan 2016 ini masih bintang ya karena baru kita dapat plus 2 bulan. PR kita mendongkrak konsumsi ikan di Pulau Jawa. Oleh sebab itu, sekarang kita dorong, kita dekati kelompok utama yang punya pengaruh besar untuk kita sentuh dengan produk-produk perikanan,” ungkap Nilanto dalam konferensi pers yang digelar di Kantor KKP, Jakarta, Jum’at (30/12).

Sementara untuk tahun 2017, Ditjen PDSPKP memiliki anggaran sebesar Rp1,32 triliun dengan alokasi bantuan langsung masyarakat 84,87%. Beberapa kegiatan prioritas Ditjen PDSPKP tahun 2017 di antaranya pengadaan 270 unit IFM 1,5 ton; 55 unit kendaraan berpendingin roda 4; 75 unit kendaraan berpendingin roda 6; 3 unit UPI/ICS 1000 ton; 7 unit UPI/ICS 500 ton; 2 unit pasar ikan modern; 10 unit pasar ikan bersih; 6 unit revitalisasi pasar ikan tradisional; 10 unit sentra kuliner; 15 unit cold storage 200 ton; 100 unit freezer 300 liter; carry over; dan 2 lokasi SKPT (Biak, Mimika).

Nilanto mengatakan, dalam rencana pembangunan cold storage 200 ton pada tahun 2017, KKP akan melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor kelautan dan perikanan yaitu Perindo dan Perinus. Kedua BUMN tersebut akan membantu KKP dalam pembangunan cold storage di 15 kabupaten/kota yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Kita menginginkan BUMN kita bisa tumbuh besar seperti negara-negara lain, terutama BUMN perikanan kita untuk berperan besar dalam sektor KP,” ujar Nilanto. [NSS]

971 total views, 3 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *