Terkait Terbakarnya Kapal MV Zahro Express, Kemenhub Berhentikan KSOP Muara Angke

Menteri Perhubungan juga memberikan arahan agar Direktur Jenderal Perhubungan Laut memberikan surat peringatan tertulis kepada pemilik Kapal dan Nakhoda kapal KM. Zahro Express.

MARINDO–Direktur Jenderal Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono memberhentikan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Muara Angke, Deddy Junaedi sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kelalaiannya dalam pengawasan keselamatan kapal MV. Zahro Express yang terbakar di perairan sebelah Selatan Pulau Bidadari Jakarta Utara pada hari Minggu, 1 Januari 2017.

Dirjen Tonny menyebutkan, pemberhentian KSOP Muara Angke efektif per tanggal 3 Januari 2017 tersebut dilakukan atas perintah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada rapat terbatas penanganan Kecelakaan KM. Zahro Express pada hari ini, Senin 2 Januari 2016 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan.

“Menteri Perhubungan memberikan arahan agar Kepala Kantor KSOP Kelas III Muara Angke diberhentikan dari jabatannya sebagai pejabat yang menerbitkan Surat Izin Berlayar (SPB) dan kami sedang menyiapkan surat pemberhentiannya yang akan efektif pertanggal 3 Januari 2017,” ujar Tonny.

Selain pemberhentian KSOP Muara Angke tersebut, Menteri Perhubungan juga memberikan arahan agar Direktur Jenderal Perhubungan Laut memberikan surat peringatan tertulis kepada pemilik Kapal dan Nakhoda kapal KM. Zahro Express.

“Kami juga akan memberikan teguran tertulis kepada pemilik perseorangan KM. Zahro Express, Yodi Mutiara Prima dan Nakhoda, Moh. Ali yang telah lalai dalam pengawasan yang menyebabkan jatuhnya korban pada musibah terbakarnya Kapal KM. Zahro Express tersebut,” ujar Tonny.

Menteri Perhubungan juga menginstruksikan kepada Direktur Jenderal Perhubungan Laut agar melakukan klarifikasi kapal-kapal yang beroperasi di wilayah tersebut dan juga di seluruh Indonesia.

“Perintah Pak Menteri agar kami melakukan klarifikasi kapal-kapal yang beroperasi di wilayah Muara Angke dan juga berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta untuk bersama-sama menindaklanjuti penanganan musibah terbakarnya KM. Zahro Express tersebut,” lanjut Tonny.

Hingga saat ini (2/1), penumpang KM. Zahro Express dipastikan berjumlah 184 orang. Rinciannnya korban selamat 130 orang, meninggal dunia 23 orang, korban dirawat di RS Atmajaya 22 orang di antaranya 4 orang dirujuk ke RSPAD dan 1 orang ke RS Polri. Selain itu korban juga dirawat di RS PIK 2 orang dan RS Pluit 7 orang.

“Baik korban meninggal maupun korban luka akan mendapatkan santunan dari Jasa Raharja sebagaimana ketentuan yang berlaku,” ujar Tonny. [NSS]

491 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *