Segera Dibentuk Akademi Komunitas Kelautan dan Pariwisata Bahari

Saat ini untuk instruktur diving masih didominasi orang asing. Maka itu, dengan terbentuknya Akademi Komunitas tersebut, diharapkan dapat mendidik putra-putri Indonesia untuk terampil dalam mengembangkan kepariwisataan bahari di Tanah Air.

MARINDO–Badaan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (BPSDMP KP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada tahun 2017 akan membentuk Akademi Komunitas untuk kelautan dan pariwisata bahari. Akademi komunitas tersebut rencananya akan dibangun di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, dan dikerjasamakan dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Kepala BPSDMP KP Rifky Effendi Hardijanto mengatakan, saat ini gedung dan sarana untuk proses ajar mengajar telah tersedia karena selama ini telah menjadi sarana penelitian konservasi bagi taruna Sekolah Tinggi Perikanan (STP), sehingga tinggal menambahkan sarana lainnya. Untuk melengkapi sarana sekolah tersebut hanya butuh alokasikan anggaran sebesar Rp 4 milyar.

“Jadi sebenarnya tinggal menambahkan saja, sebab saat ini sudah ada fasilitas gedung dan sarana lainnya, karena memang selama ini tempat praktik konservasi bagi STP,” ungkap Rifky Effendi Hardijanto dalam Refleksi 2016 dan Outlook 2017 di Gedung Mina Bahari 3, Selasa (10/1).

Menurut Rifky, awalnya Kementerian Pariiwisata (Kemenpar) sedang mencari sekolah khusus untuk kepariwisataan bahari di daerah Wakatobi. Kebetulan KKP sendiri berencana mengembangkan sekolah di sana untuk prodi kelautan, khususnya di bidang konservasi sumber daya laut. “Jadi klop sekali, sehingga kami sepakat untuk dikembangkan sekolah kelautan dan pariwisata bahari di sana,” jelasnya.

Rifky mengungkapkan, latar belakang akan dibentuknya akademi komunitas itu karena program studi (prodi) kepariwisataan bahari pertumbuhannya sebesar 200 persen tiap tahunnya. Saat ini Rifky mengakui, khusus untuk instruktur diving saja masih didominasi oleh orang asing. Maka itu, dengan terbentuknya sekolah tersebut diharapkan dapat mendidik putra-putri Indonesia untuk terampil dalam mengembangkan kepariwisataan bahari di Tanah Air.

Ketua Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Mochammad Heri Edy menambahkan, nantinya akademi tersebut hanya berjenjang satu tahun atau setara diploma satu (D1). Hal ini selain mengirit anggaran (APBN), juga dapat mempercepat proses tiap angkatan sehingga untuk prodi kelautan dan kepariwisataan bahari langsung diserap oleh dunia kerja.

“Ini kan cuma menggabungkan konservasi dengan pariwisata. Jadi cukup satu tahun dan tiap angkatan kita hanya butuh 75 orang saja, setelah itu akan diserap oleh dunia kerja. Jujur saja, saat ini banyak dibutuhkan tenaga sebagai pemandu wisata atau sebagai manajer marine protect,” ujar Heri Edy.

Tiga politeknik

Sementara untuk sekolah lainnya, pada tahun 2017 BPSDP KP juga akan kembali membangun 3 politeknik baru yaitu di Pangandaran (Jabar), Pengambengan (Bali) dan Dumai (Riau). Politeknik ini akan dibangun berdekatan dengan sentra perikanan seperti pelabuhan perikanan. Untuk masing-masing politeknik, BPSDMP KP akan menyiapkan anggaran sebesar Rpp 60 milyar. Sebelumnya telah dibangun Poltek di Karawang dengan dua program studi yakni teknologi kelautan dan nautika.

Seperti halnya sekolah kelautan dan perikanan yang telah ada, sistem pendidikan selalu berbasis kompetensi sebagai prioritas dalam menyiapkan SDM. Hal ini penting untuk menjamin peserta didik dapat diterima di dunia industri dan usaha dengan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (KKNI).

Menurut Rifky, capian pendidikan pada 2016 tercatat peserta didik di satuan pendidikan KKP mencapai 6.971 orang, di mana 1.944 orang telah lulus dan diwisuda. Dengan adanya penambahan tiga politeknik dan satu akademi komunitas, peserta didik meningkat hingga 7.568 orang.

Selain itu, BSDMKP juga akan memberikan beasiswa Laut Masa Depan kepada 283 orang dan menyiapkan program Doktor Bahari bagi 50 orang. [NSS]

1,290 total views, 2 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *