Kunjungan 3 Menteri Pastikan Optimalisasi Kareta Api Pelabuhan Priok- Gedebage

Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (KAI), Edi Sukmoro mengatakan, selama ini jalur Priok (JICT-Koja) ke Gedebage telah beroperasi 2 kali dalam sehari di jam malam (antara jan 19.25 WIB dan jam 21.30 WIB). Nantinya akan ditingkatkan menjadi 4 kali dalam sehari, yakni 2 pemberangkatan dari Priok dan 2 pemberangkatan dari Gedebage.

MARINDO—Tiga Menteri sekaligus dalam waktu bersamaan, hari ini (Jum’at, 13/1/2016)  melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Priok. Mereka adalah Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, dan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

Kedatangan mereka untuk memastikan optimalisasi jalur Kereta Api (KA) peti kemas dengan rute Gedebage Bandung – Tanjung Priok yang menjadi salah satu jalur logistik alternatif di tengah perbaikan jembatan Tol Cisomang di Tol Cipularang.

Menhub mengatakan, angkutan alternative  yang terkait dengan pelabuhan adalah sangat perlu dalam mendukung terwujdunya biaya logistic yang kompetetif, selain nantinya disebut-sebut juga akan tercipta alternative seperti yang dicanangkan oleh Pelindo II yakni jalur kanal ke Cikarang.

Senada dengan Menhub,  Mendag mengatakan, penggunaan KA peti kemas Gedebage-Tanjung Priok dapat menjadi alternatif transportasi karena jauh lebih efisien, tepat waktu, dan aman. “Penggunaan kereta peti kemas jalur ini kita optimalkan untuk membawa komoditas ekspor dan impor. Jalur ini juga akan meningkatkan kelancaran arus barang sehingga daya saing ekspor membaik,” ujar Enggar.

Menurutnya, tentu kereta jauh lebih murah, tepat waktu, kemanan barang terjamin, dan tidak terpengaruh kemacetan di jalan. “Bila sebelumnya jalur peti kemas hanya sampai Pasoso, kini bisa masuk ke kawasan pelabuhan bekerja sama dengan KAI dan anak usaha Pelindo II,” tambahnya.

Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (KAI), Edi Sukmoro mengatakan, selama ini jalur Priok (JICT-Koja) ke Gedebage telah beroperasi 2 kali dalam sehari di jam malam (antara jan 19.25 WIB dan jam 21.30 WIB). Nantinya akan ditingkatkan menjadi 4 kali dalam sehari, yakni 2 pemberangkatan dari Priok dan 2 pemberangkatan dari Gedebage.

Saat ini pemerintah sedang mengembangkan pelabuhan darat (dry port) Gedebage dengan ketinggian 672 meter di sisi Timur kota Bandung. Pelabuhan ini memiliki dua lajur khusus untuk bongkar muat kontainer yang dilengkapi alat perawatan gerbong dengan kapasitas angkut 30-45 ton.

Adapun wilayah operasional dry pot Gedebage di antaranya Kota Bandung, Sumedang, Garut, dan Tasikmalaya dengan luas area 15.000 meter persegi, dan lapangan kontainer 9.800 meter persegi.

Pelabuhan kering ini juga dilengkapi timbangan truk trailer, pengawasan Bea Cukai, bongkar muat kontainer, jalur kereta api, karantina kontainer, dan pengurusan dokumen perjalanan. [Hbb]

377 total views, 2 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *