Upaya PIP Semarang Cegah Pemukulan Taruna

Di PIP Semarang, setiap  peralihan atau estafet drum ketrampulan band dari senior ke yunior, selalu dilakukan di depan public dengan unjuk kebolehan dan menjadi pertunjukan publik yang menarik.

MARINDO—Manajemen Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang  mempunya strategi untuk mencegah agar  kasus pemukulan sesama taruna dapat dihindari sedini mungkin.

Capt. Suherman, Pembantu Direktur (PUDIR) PIP S emarang kepada Maritim Indonesia baru-baru ini  mengatakan,  beberapa upaya itu antara lain pengawasan diperketat sejak dulu di dalam asrama selama 24 jam. Selain itu, setiap  ada laporan pemukulan meski tidak sampai menimbulkan akibat fatal, pelaku pasti ditindak, bila perlu diskorsing.

“Jadi  apappun bentuk pemukulan kini dilarang dan akan diproses pelakunya jika ada. Pembentukan mental dan fisik dengan cara lain seperti lari, push up dan lainnya,” kata Capt. Suherman  di sela-sela acara dinas ke Jakarta beberapa waktu lalu.

Menanggapi kasus pemukulan di STIP Jakarta yang berakibat meninggalnya Taruna Amirullah dalam  kegiatan menurunkan ketrampilan  drum band dari seniornya, Capt. Suherman mengatakan, di PIP Semarang setiap  peralihan atau estafet drum ketrampulan band dari senior ke yunior, selalu dilakukan di depan public dengan unjuk kebolehan dan menjadi pertunjukan publik yang menarik.

“Malah kadang-kadang kita buat di lapangan umum seperti di Simpang Lima, sehingga menjadi tontonan yang menarik dan edukatif bagi masyarakat yang melihatnya,” ujar Suehrman.[HBB]

517 total views, 2 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *