Pemerintah Tetapkan Toraja Jadi Destinasi Pariwisata Ke-11

Pembangunan bandara di Tana Toraja penting mengingat perjalanan darat menuju Toraja dari Makasar membutuhkan waktu sekitar 9 jam.

MARINDO–Setelah menetapkan 10 destinasi pariwisata nasional, pemerintah kini menambahkan satu kawasan destinasi baru. Kawasan tersebut adalah Tana Toraja.

Kepala Biro Informasi dan Hukum Setmenko Bidang Kemaritiman Djoko Hartoyo dalam siaran persnya menyatakan, penetapan Tana Toraja sebagai kawasan pariwisata merupakan arahan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla saat rapat khusus membahas pentingnya kawasan pariwisata Toraja, Sulawesi Selatan, awal Februari lalu. Wapres menyatakan Toraja penting masuk ke dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional atau KSPN.

“Arahan Wapres ini segera ditindaklanjuti oleh Menko Kemaritiman LBP (Luhut Binsar Pandjaitan) dengan mempersiapkan tim khusus percepatan pengembangan destinasi wisata yang terdiri dari perwakilan kementerian dan lembaga terkait,” kata Djoko Hartoyo dalam siaran persnya (8/2).

Menurut Djoko, sebagai tindak lanjut, tim khusus telah menyelenggarakan rakor dengan Pemda Sulawesi Selatan dan Pemkab Tana Toraja serta Pemkab Toraja Utara yang dipimpin Deputi IV Kemenko Maritim Safri Burhanuddin di Makasar pada Selasa (07/02) yang menyepakati Toraja masuk sebagai KSPN ke-11.

Tim khusus percepatan pengembangan destinasi wisata ini, katanya, langsung melakukan kunjungan lapangan ke Toraja yang didampingi oleh Bupati Tana Toraja, Nico Biringkanae.

Tim khusus pada tahap awal akan fokus pada identifikasi pembangunan infrastruktur, khususnya pembangunan Bandara di Toraja sebagai aksebilitas penting. Rencana pembangunan Bandara ini selain yang sudah eksis yakni Bandara Pongtiku juga pembangunan Bandara Buntu Kuni di Tana Toraja.

Hal ini penting dan menjadi prioritas mengingat perjalanan darat menuju Toraja dari Makasar membutuhkan sekitar 9 jam, dan menjadi permasalahan bagi turis asing yang mengakui keindahan Toraja, namun perjalanan darat membuat mereka kapok untuk kembali lagi.

Tenaga Ahli Menko Kemaritiman Bidang Pariwisata, Maesita menyampaikan rencana masterplan percepatan pengembangan destinasi wisata Toraja ini akan dikerjasamakan dengan Bank Dunia sebagaimana masterplan destinasi Borobudur dan Danau Toba.

Namun karena proses ini memakan waktu yang cukup lama, maka tim khusus gabungan kementerian dan lembaga ini dapat segera berjalan mendahului untuk mengidentifikasi serta mempersiapkan perencanaan anggaran pembangunan dengan target penyelesaian maksimal tahun 2019. [NSS]

815 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *