Hujan Deras di Bitung, Politeknik dan BPPP Aertembaga Terendam Banjir

Hingga Minggu malam (12/2), Politeknik dan BPPP Aertembaga belum bisa dimasuki karena digenangi lumpur setinggi satu meter.

MARINDO–Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Kota Bitung, Sulawesi Utara, Minggu (12/2), telah merendam sarana dan fasilitas umum di sana, satu di antaranya sarana milik Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (BPSDMP KP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Dua UPT BPSDMP KP yang terendam banjir itu ialah Politeknik Kelautan dan Perikanan (Politeknik KP) Bitung dan Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Aertembaga. Saat ini Pemda setempat, TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), termasuk KKP bahu-membahu melakukan tindakan cepat terhadap musibah tersebut.

Kepala BPSDMP KP/Plt Kepala Badan Riset dan SDM KP Rifky Effendi Hardijanto mengatakan, selain mengupayakan pemulihan di lingkungan kampus dan balai, para pegawai dan taruna juga bahu membahu membantu masyarakat sekitar yang juga terkena dampak longsor dan terendam banjir.

“Kami memastikan seluruh taruna dan pegawai serta keluarganya selamat. Mengamankan BMN (Barang Milik Negara). Kami kirim tim dari Jakarta untuk membantu percepatan pemulihan kampus (Politeknik) dan balai (BPPP),” kata Rifky.

Rifky mengatakan, berdasarkan laporan tim yang sudah tiba di Bitung, hingga Minggu malam, Politeknik dan BPPP belum bisa dimasuki karena digenangi lumpur setinggi satu meter. Akses kendaraan tertahan sejauh 3 km di luar kampus Politeknik dan BPPP. Pihaknya tengah mengupayakan perahu karet atau tindakan lainnya untuk dapat mencapai lokasi kampus.

Berdasarkan Direktur Politeknik KP Bitung Bambang Suprakto, banjir diawali dengan curah hujan yang sangat tinggi dan angin kencang sejak Pukul 01.30 – 08.00. Mulai Pukul 7 sudah terjadi kiriman air dari gunung sangat deras dan cepat melewati kampus Politeknik dan BPPP Aertembaga, sehingga kampus terendam air hingga satu setengah meter.

“Kondisi kami para pegawai dan taruna Alhamdulillah tidak ada korban dan celaka serta sehat walafiat. Bangunan yang rusak berupa pagar kampus sekitar 50 meter dan beberapa peralatan pendidikan, satu mobil dinas dan genset terendam air, rumah pegawai yang tertimbun lumpur dan pasir ada tujuh rumah. Pukul 14.30 Bapak Walikota dan jajaran pimpinan Kota Bitung berkunjung ke Kampus. Saat ini kami bersama taruna dan pegawai melakukan evakuasi dokumen dan peralatan,” tutur Bambang.

Hal yang sama juga di BPPP Aertembaga. Kepala BPPP Aertembaga Asep Suryana mengatakan, terjadi beberapa kerugian, seperti rusaknya sarana dan prasaran serta hilangnya udang vanamae yang sedang dibudidayakan di tambak terendam banjir. Pihaknya sedang menginventarisir penanganan yang dapat dilakukan.

Minggu Sore (12/2) ini tim dari Jakarta telah tiba di Bitung untuk melakukan koordinasi internal dan eksternal serta identifikasi awaL. [NSS]

870 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *