AS Hibahkan Dana US$ 40 Juta Untuk Pemberantasan IUU Fishing di Indonesia

Program USAID akan diupayakan untuk pengelolaan 6 juta Hektare habitat kritis kelautan dan perikanan, pembangunan dan dukungan terhadap 15 Kawasan Konservasi Laut (KKL), serta peningkatan produktivitas perikanan, keamanan pangan dan gizi, dan mata pencaharian yang berkelanjutan di 13 kabupaten di Maluku Utara, Maluku dan Papua Barat.

MARINDO–Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan kerja sama dengan pemerintah Amerika Serikat dalam US Agency for International Development (USAID) Marine Conservation and Sustainable Fisheries Program in Indonesia atau Program USAID Konservasi Kelautan dan Perikanan Berkelanjutan di Indonesia.

Perjanji kerjasama yang dilakukan oada Kamis (16/2) itu dihadiri oleh Duta Besar Amerika Serikat Joseph Donovan, Direktur Misi USAID Erin McKee, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang diwakili oleh Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Nilanto Perbowo.

Sekretaris Jenderal KKP Sjarief Widjaja memgatakan, kerjasama tersebut diwujudkan melalui implementasi program senilai USD 40 juta yang ditujukan untuk mendukung upaya Indonesia dalam meningkatkan pengelolaan perikanan berkelanjutan dan konservasi keanekaragaman hayati laut. Selain itu, untuk membantu Indonesia dalam memerangi perikanan ilegal, tidak diatur, dan tidak dilaporkan (IUU fishing).

“Kita berharap, kegiatan tersebut dapat meningkatkan produktivitas perikanan, ketahanan pangan dan nutrisi, serta mata pencaharian yang berkelanjutan melalui upaya konservasi habitat dan spesies penting dalam wilayah pengelolaan perairan yang menjadi target yakni WPP 715,” ujar Sjarief.

Selain itu, diharapkan pula dapat meningkatkan kapasitas KKP dalam implementasi Port State Measure Agreement (PSMA), serta pemberantasan IUU Fishing dan alert system di 86 MPA (marine protected area) melalui pemanfaatan data satelit VIIRS untuk mendeteksi kapal (VIIRS boat detection).

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah Amerika Serikat karena dengan konsisten telah mendukung Indonesia untuk menjaga sumber daya bangsa Indonesia melalui bantuan hibah yang diberikan,” katanya.

Duta Besar Amerika Serikat Donovan mengatakan, Amerika Serikat dan Indonesia memiliki kemitraan yang kuat di sektor maritim, termasuk melalui program baru yang ditujukan untuk melindungi keanekaragaman hayati laut yang vital serta mempromosikan pemanfaatan berkelanjutan yang akan mengamankan sumber daya pangan dan mata pencaharian masyarakat Indonesia.

Donovan mengungkapkan, USAID telah mendukung upaya konservasi di Indonesia selama 25 tahun. “Ini merupakan komitmen jangka panjang pemerintah Amerika Serikat untuk pemerintah Indonesia. Kami bangga bisa mendukung KKP sejak berdirinya tahun 1999,” ungkap Donovan.

Selanjutnya ia menjelaskan, dengan program USAID akan diupayakan pengelolaan 6 juta Hektare habitat kritis kelautan dan perikanan, pembangunan dan dukungan terhadap 15 Kawasan Konservasi Laut (KKL), serta peningkatan produktivitas perikanan, keamanan pangan dan gizi, dan mata pencaharian yang berkelanjutan di 13 kabupaten di Maluku Utara, Maluku dan Papua Barat.

Sementara itu, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk KKP Nilanto Perbowo menambahkan, Program Konservasi Laut dan Perikanan Berkelanjutan USAID terdiri dari 5 proyek, yaitu SEA, NOAA, SNAPPER, INTERPOL, dan OCEANS.

“KKP berharap dapat melanjutkan kemitraan dengan Pemerintah Amerika Serikat. Program ini akan membantu menjawab tantangan penting dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di tiga provinsi yang menjadi fokus kerja,” ungkap Nilanto.

Nilanto juga berharap, program ini dapat meningkatkan minat pelaku usaha untuk berinvestasi di industri pengolahan hasil perikanan dan pengembangan kemitraan, utamanya di lokasi-lokasi pengembangan sentra kelautan dan perikanan terpadu (SKPT). Tujuannya untuk meningkatkan nilai tambah, tingkat konsumsi dalam negeri, dan nilai ekspor ke berbagai negara tujuan pasar utamanya untuk 9 komoditas yaitu udang, tuna, rumput laut, cakalang, rajungan/kepiting, pelagis kecil, ikan demersal, bandeng dan tilapia. [NSS]

372 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *