Direktur Eksekutif CTI-CFF : Kawasan Segitiga Karang Harus Jadi Wadah Penguatan Ekonomi Masyarakat Pesisir

Fungsi dan peran organisasi CTI-CFF harus terus ditingkatkan, seperti mengajak Australia, Fiji, dan Vanuatu sebagai negara anggota CTI-CFF yang baru untuk sama-sama mengembangkan kawasan Segitiga Karang.

MARINDO–Sekretariat Regional Prakarsa Segitiga Karang untuk Terumbu Karang, Perikanan dan Ketahanan Pangan (CTI-CFF) kembali menghadiri rapat koordinasi dan konsolidasi Komisi Nasional/Konas CTI-CFF yang difasilitasi oleh Ketua Konas CTI-CFF Indonesia, Menteri Koordinator Kemaritiman yang diwakili oleh Deputi I Menkomar, Dr. Arif Havas Oegroseno di Jakarta, Senin (20/2).

Pertemuan itu terkait optimalisasi peran organisasi CTI-CFF yang memiliki misi menjaga keberlangsungan ekosistem terumbu karang, perikanan berkelanjutan, dan ketahanan pangan dalam perspektif konservasi lingkungan laut terumbu karang dan pemanfaatan aset ekonomi kelautan.

“Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi Konas CTI-CFF Indonesia untuk menginisiasi kegiatan dan program konservasi lingkungan terumbu karang serta ekonomi kelautan di kawasan negara-negara anggota CTI-CFF. Terlebih peran CTI-CFF di kawasan Segitiga Karang bisa menjadi wadah penguatan kapasitas masyarakat pesisir, meningkatkan laju perekonomian, serta diplomasi damai diantara negara-negara anggota,” ucap Widi A. Pratikto, Eksekutif Direktur CTI-CFF.

Sementara Deputi I Menkomar Arif Havaz Oegroseno yang menjadi pimpinan pertemuan sangat optimis dan antusias dengan pertemuan konsolidasi yang melibatkan pemangku kepentingan Konas CTI-CFF Indonesia (Kemenkomar, Kementerian Kelautan dan Perikanan/KKP, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), LIPI, dan Kemenlu) serta Sekretariat Regional CTI-CFF.

“Fungsi dan peran organisasi CTI-CFF masih dapat terus ditingkatkan, seperti mengajak Australia, Fiji, dan Vanuatu sebagai negara anggota CTI-CFF yang baru untuk sama-sama mengembangkan kawasan Segitiga Karang – tidak saja dalam konteks konservasi terumbu karang, perikanan berkelanjutan dan ketahanan pangan, tetapi peningkatan kapasitas kerjasama ekonomi di antara negara anggota,” ujar Arif.

Arif sepakat dengan rencana Coral Summit yang bersamaan dengan penyelenggaraan CTI-CFF Summit dengan mengundang pimpinan negara CTI-CFF untuk menguatkan kembali tujuan dan cita-cita dibentuknya organisasi CTI-CFF – sebagai wadah konservasi terumbu karang, perikanan berkelanjutan, dan ketahanan pangan serta peran-peran strategis seperti diplomasi damai dan poros ekonomi maritim.

Kawasan Segitiga Karang atau juga dikenal sebagai amazon of the ocean memiliki total wilayah terumbu karang seluas 75.000 km2, memiliki 500 species terumbu karang dan 3.000 spesies ikan – atau 30% luas terumbu karang dunia.

Menurut Widi, Sekretariat Regional CTI-CFF sesuai dengan fungsinya siap melakukan fungsi fasilitator inisiatif dan program yang diusulkan dan disetujui bersama oleh negara-negara CTI-CFF, khususnya Konas CTI-CFF Indonesia. Termasuk di dalamnya fungsi diplomasi strategis antar kawasan ASEAN dan Pasifik yang masih sangat terbuka luas.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Syarief Widjaya menambahkan, perlu ada pendekatan bersifat usaha (business approach) sebagai sebuah kesempatan ekonomi regional dan destinasi wisata antar kawasan Segitiga Karang. [NSS]

442 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *