Habis Teken Kenaikan Upah Buruh, Ketua Koperasi KTKBM Priok Dikabarkan Mundur

Sekretaris Koperasi Karya Sejahtera Tenaga Kerja Bongkar Muat  Pelabuhan Priok, Suparmin saat dikonfiormasi perihal di atas mengatakan, sampai hari ini secara resmi pihak Otoritas  Pelabuhan Priok selaku Pembina belum secara resmi menerima surat pengunduran diri yang bersangkutan (Suparman-red).

MARINDO— Ketua Koperasi Karya Sejahtera Tenaga Kerja Bongkar Muat (KS-TKBM) Pelabuhan Tanjung Priok Periode 2014-2019, H. Suparman dikabarkan mundur dari jabatannya, menyusul beredarnya foto copy surat pengunduran dirinya pada 24 Februari 2017 lalu.

Padahal, sehari sebelumnya (23 Februari 2017) Suparman baru saja menandatangani kesepakatan kenaikan upah TKBM konvensional dengan DPW APBMI DKI Jakarta di Puncak Bogor.

Namun sampai hari ini, kabar itu belum memiliki kekuatan hukum dan masih simpang-siur.

Sekretaris Koperasi Karya Sejahtera Tenaga Kerja Bongkar Muat  Pelabuhan Priok, Suparmin saat dikonfiormasi perihal di atas mengatakan, sampai hari ini secara resmi pihak Otoritas  Pelabuhan Priok selaku Pembina belum secara resmi menerima surat pengunduran diri yang bersangkutan (Suparman-red).

“Saya juga belum bisa komunikasi langsung dengan  pak Suparman, karena masih ada urusan di luar kantor. Namun saya mengecek ke Otoritas Pelabuhan bahwa belum ada surat asli dan resmi pengunduran dari yang bersangkutan seperti copy nya yang telah beredar itu. Jadi, sampai hari ini Koperasi masih ada Ketua definitifnya (yakni Suparman),” kata Suparmin.

Sebelumnya, di media social telah dihebohkan adanya Informasi surat pengunduran diri Ketua Koperasi KS-TKBM Tanjung Priok Suparman yang tertulis ditujukan kepada Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, I Nyoman Gde Saputera pada tanggal 24 Februari 2017.

Dalam copy surat yang diperoleh redaksi, surat pengunduran diri H.Suparman sebagai Ketua Koperasi KS-TKBM Priok itu ditandatangani diatas materai 6000.

Surat tersebut juga di tembuskan kepada beberapa instansi terkait al; Sudinakertrans Jakarta Utara, Sudin Koperasi dan UKM Jakarta Utara, serta Ketua Induk Koperasi Pelabuhan.

Dalam suratnya itu, Suparman beralasan pengunduran dirinya dilakukan karena adanya kesibukan pribadi yang tidak dapat ditinggalkan dan juga adanya permasalahan internal yang tidak bisa diselesaikan. Hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum bisa dikonfirmasi.

Berdasarkan informasi yang beredar akhir-akhir ini, eksistensi koperasi TKBM di pelabuhan saat ini sedang diuji menyusul adanya rencana pemerintah untuk menghapuskan dugaan adanya praktik monopoli dalam penyediaan/amprah buruh di pelabuhan dalam kegiatan bongkar muat.(HBB)

328 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *