Indonesia Tidak Ingin Samudera Hindia Jadi Ajang Rebutan Negara Besar

Indonesia telah memberikan bantuan pelatihan dalam bidang aquaculture, pemetaan hidrografi, tsunami early warning system, mitigasi perubahan iklim kawasan pesisir, dan konservasi lingkungan laut.

MARINDO–Indonesia harus mengambil peran aktif dalam organissi Indian Ocean Rim Association (IORA) untuk mencegah Samudera Hindia dijadikan arena perebutan pengaruh negara-negara besar seperti AS, UK, India dan Tiongkok, sehingga dapat menimbulkan konflik di sana.

Perebutan pengaruh tersebut tentunya dilatarbelakangi kepentingan ekonomi, politik dan strategi geopolitik. Untuk mencegah dijadikannya arena perebutan kekuasaan tersebut, maka saatnya bagi Indonesia menunjukan kepemimpinannya pada saat dan setelah menjadi ketua IORA.

Deputi Bidang Kedaulatan Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman Arif Havas Oegroseno mengungkapkan, beberapa inisiatif kepemimpinan yang akan dilakukan oleh Indonesia dalam IORA, antara lain, akan membangun networking (jejaring) antar lembaga maritime law enforcement (penegak hukum kemaritiman) antar negara-negara IORA.

“Dengan adanya jejaring tersebut, upaya untuk mengatasi berbagai ancaman keamanan laut di Samudera Hindia akan semakin mudah,” ujar Arif Havas di sela sidang IORA di Jakarta, Jumat (3/2/17).

Menurut Arif Havas, di bidang manajemen perikanan, Indonesia siap memberikan beragam bantuan penguatan kapasitas untuk negara-negara IORA di berbagai bidang kemaritiman. Di antaranya memberikan bantuan pelatihan dalam bidang aquaculture, pemetaan hidrografi, tsunami early warning system, mitigasi perubahan iklim kawasan pesisir, dan konservasi lingkungan laut.

Dalam konteks Blue Economy, lanjutnya, Indonesia juga siap memberikan bantuan dalam berbagai bidang, di antaranya penguatan kapasitas dalam budidaya perairan, pariwisata laut, dan investasi di bidang kemaritiman. Indonesia juga akan menunjukan perannya dengan menjadi tuan rumah dari the 2nd Blue Economy Ministerial Conference yang akan diadakan di Jakarta pada 9-10 Mei 2017. Delegasi Indonesia pada acara tersebut, rencananya akan dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang kemaritiman.

Dengan berbagai inisitatif tersebut, Indonesia diharapkan dapat terus menunjukan kepemimpinannya di IORA dan negara-negara anggotanya. “Kita ingin Indonesia menunjukkan peran besar dan membuat IORA tidak hanya sekadar forum gathering saja namun harus ada efek berkelanjutan,” tandasnya.

Seperti diketahui, IORA adalah sebuah organisasi regional tingkat menteri yang terdiri atas negara-negara pesisir yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. Pada 2015 – 2017, Indonesia berkesempatan untuk menjadi Ketua IORA.

Selama masa kepemimpinan Indonesia sebagai Ketua IORA 2015-2017, berbagai prakarsa diinisiasi, antara lain pembentukan IORA Concord, penyelenggaraan KTT IORA dan juga the 2nd IORA Blue Economy Ministerial Conference (BEMC). Dalam masa kepemimpinan tersebut, Indonesia mengusung tema “Strengthening Maritime Cooperation in a Peaceful and Stable Indian Ocean”. [NSS]

379 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *