Menhub Tawarkan Pendidikan Vokasi Bagi 1.000 Pelajar Natuna

Kementerian Perhubungan telah menyelesaikan kebutuhan listrik di bandara tersebut dan bulan depan, penerbangan di bandara Rinai sudah dimulai.

MARINDO–Sebagai Negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia perlu membangun konektivitas antar pulau untuk lancarnya proses pembangunan. Selain infrastruktur, juga kapasitas sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sangat dibutuhkan dalam rangka melaksanakan konektivitas tersebut.

Salah satu wilayah Indonesia yang kini menjadi perhatian pemerintah adalah wilayah perbatasan, salah satunya Natuna, Kepulauan Riau. Terkait soal ini, Kementerian Perhubungan menawarkan pendidikan vokasi untuk 1.000 pelajar Natuna dan daerah sekitarnya yang selama ini mengoperasikan kapal secara manual untuk mengikuti pendidikan vokasi.

“Kami menawarkan pendidikan vokasi untuk 1.000 pelajar Natuna dan daerah sekitarnya yang selama ini mengoperasikan kapal secara manual untuk mengikuti pendidikan vokasi Sumatera Barat,” kata Menhub di sela melakukan kunjungan ke Natuna, Rabu (8/3).

Kunjungan ke Natuna dalam rangka Pencanangan Penetapan Kebijakan Program Gerakan Pembangunan Terpadu Kawasan Perbatasan (Gerbangdutas) Tahun Anggaran 2017 di Kabupaten Natuna. Pencanganan Gerbangdutas TA 2017 di Kabupaten Natuna dilakukan oleh Menkopolhukam Wiranto didampingi para Menteri Kabinet Kerja dan dihadiri Gubernur Kepulauan Riau.

Hadir sejumlah Menteri Kabinet Kerja lainnya di antaranya Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuldjono, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, pada tahun ajaran 2017, pendidikan kemaritiman telah masuk ke dalam kurikulum di Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan sehingga masyarakat yang berminat dengan kemaritiman dapat mengikuti pendidikan kemaritiman di universitas tersebut.

Terkait pembangunan prasarana transportasi laut di Natuna, Menhub menyatakan Kementerian Perhubungan akan membangun sejumlah pelabuhan di Kepulauan Riau misalnya di Tarempa, Kepulauan Anambas.

“Kami datang untuk memastikan bahwa pelabuhan-pelabuhan tersebut memang sedang dibangun dan kita pastikan sebelum 2019, semua pelabuhan itu sudah selesai dan anak-anak yang kita didik di sekolah Kementerian Perhubungan bisa melakukan kegiatannya,” tegas Menhub.

Untuk pengembangan prasarana transportasi udara, Menhub menyatakan selain telah selesai membangun Bandara Ranai, Kementerian Perhubungan juga akan mengembangkan bandara di wilayah lainnya.

Untuk Bandara Ranai yang telah diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo tahun lalu, menurut Menhub, Kementerian Perhubungan telah menyelesaikan kebutuhan listrik di bandara tersebut dan bulan depan, penerbangan di bandara Rinai tersebut sudah dimulai.

“Kami menghimbau ketika penerbangan baru dibuka di bandara tersebut, maskapai agar mengenakan tarif yang wajar, sehingga tingkat okupansinya tidak rendah,” kata Menhub.

Bandara Ranai yang telah selesai dikembangkan, terletak berhadapan dengan Laut Cina Selatan. Bandara ini memiliki dengan landasan pacu berukuran 2.550 x 32 meter yang direncanakan akan diperlebar menjadi 45 m.

Selain itu, bandara ini juga memiliki apron yang berukuran 120 m x 60 m dan taxiway berukuran 50 m x 23 m. Kapasitas terminal penumpang yang selesai dikembangkan di Bandara Ranai seluas 3.865 m² dengan kapasitas tampung sebanyak 385 penumpang.

Saat ini, Bandara Ranai dapat didarati pesawat jenis B737-500 yang mampu menampung penumpang maksimal hingga 140 orang. Sementara rute penerbangan yang beroperasi di Bandara Ranai adalah rute Batam-Natuna yang dioperasikan oleh maskapai Sriwijaya Air dengan frekuensi penerbangan 3 kali dalam seminggu dan maskapai Wings Air dengan frekuensi 4 penerbangan kali dalam seminggu. [NSS]

430 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *