Korea Belajar Soal Kapal Perikanan Dari STP Jakarta

Kapal milik STP mempunyai teknologi yang lebih tinggi dibanding kapal serupa di Korea.

MARINDO–Delegasi Korea Selatan melakukan kunjungan dan studi banding, ke Sekolah Tinggi Perikanan (STP) di Kampus Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dan Kapal Motor (KM) Madidihang 03, kapal latih dan riset milik STP, di Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta Utara, pada 20-21 April 2017. Mereka tertarik untuk mempelajari tentang kapal perikanan, khususnya di KM. Madidihang 03.

Ketua STP Mochammad Heri Edy mengatakan, delegasi tersebut terdiri dari delapan orang dari Korea Institute of Maritime and Fisheries Technology (KIMFT), perguruan tinggi Korea di bidang teknologi maritim dan perikanan, dan Samwon Heavy Industries Co., Ltd, perusahaan Korea di bidang pembuatan kapal latih perikanan. Selama dua hari di Kampus STP dan Madidihang 03, para delegasi berkeliling meninjau berbagai fasilitas, serta melakukan diskusi, dengan pimpinan dan dosen STP, khususnya Program Studi Teknologi Penangkapan Ikan dan Mesin Perikanan.

“Terima kasih kepada KIMFT dan Samwon Heavy Industries atas kunjungannya. Kami berharap dapat menjalin sinergi yang lebih erat serta bekerja sama di masa mendatang,” ujar Heri Edy kepada para delegasi Korea, di sela-sela kunjungan tersebut, pada Jumat (21/4/7).

Kyun Ji, salah seorang perwakilan delegasi, mengatakan, pihaknya sangat kagum dan takjub serta mengapresiasi Madidihang 03. Mereka banyak belajar dari STP, termasuk menayakan detil bagian kapal kepada kapten dan para kru Madidihang 03. Diakuinya, kapal STP ini mempunyai teknologi yang lebih tinggi, dibanding kapal serupa di Korea. Untuk itu, mereka melakukan studi banding ini untuk menyempurnakan kapal yang akan mereka bangun di Korea, dengan ukuran yang lebih besar.

Kapal Madidihang 03 dilengkapi berbagai peralatan canggih dan modern, seperti alat tangkap purse seine dan long line, laboratorium perikanan dan oseanografi, palka berukuran 70 ton, fresh water maker sebagai sumber air bersih dan gudang pendingin (cold storage), ruang kelas dan akomodasi, serta ruang tidur untuk Anak Buah Kapal (ABK).

Pengawakan pada kapal buatan Spanyol, yang hanya satu-satunya di Indonesia ini, terdiri dari 17 ABK, 2 instruktur, 2 peneliti, serta 50 taruna. Adapun perlengkapan risetnya antara lain SBE 911 plus 6600 CTD; EA 600 Scientific Echosounder; EK 60 Fish Finder; TRDI 75 Hz ADCP; SBE 21TSGF; 10 Au Flourmeter Turner; PORTASAL Guidekine Salinometer; Meteo; SEAPATH 20 NAV Scientific GPD; 10 unit dive equipment; dan dua kamera di bawah air. Kapal ini dibawa dari Spanyol ke Jakarta selama dua bulan melewati Cape Town, Afrika Selatan.

Kapten KM Madidihang 03 Rahmat Mualim mengatakan, secara rutin kapal ini diaudit, baik secara nasional oleh Biro Klasifikasi Indonesia sebagaimana Peraturan Menteri Perhubungan, maupun secara internasional oleh Bureau Veritas (BV). BV merupakan badan klasifikasi internasional, yang melakukan pengaturan kekuatan konstruksi dan permesinan kapal, jaminan mutu material, pengawasan pembangunan, pemeliharaan dan perombakan kapal sesuai dengan peraturan klasifikasi, di bawah koordinasi International Maritime Organization (IMO).

Delegasi Korea Selatan saat mengunjungi STP Jakarta, berpose bersama Ketua STP dan para dosen di kampus STP Jakarta..

Madidihang 03 teregister menggunakan standar BV, sehingga pemeliharaannya harus mengikuti regulasi yang ditetapkan badan internasional tersebut. Pada awal April 2017, BV melakukan audit di Madidihang 03, dengan hasil yang menyatakan kapal tersebut untuk kesekian kalinya lulus audit dengan baik.

Selain mengapresiasi Madidihang 03, delegasi Korea juga mengapresiasi sistem pendidikan dan metode pembelajaran di Kampus STP, sebagaimana disampaikan Inseob Hwang, salah satu perwakilan delegasi Korea lainnya. Untuk fasilitas di dalam kampus STP, diakuinya lebih lengkap daripada Korea, namun perlu dilakukan pembaharuan.

Inisiasi kerja sama ini disambut baik oleh Korea, dan rencananya akan dipersiapkan oleh masing-masing instansi, dengan terlebih dulu mendapat persetujuan dari pihak yang berwenang. Beberapa usulan kerja sama yang disampaikan antara lain mengenai pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, publikasi jurnal ilmiah internasional, pengembangan kapasitas SDM dan sarana prasarana, serta sertifikasi kompetensi di sektor kelautan dan perikanan. [NSS/AULIA]

1,450 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *