Penas XV Aceh : Saatnya Realisasikan Ketahanan Pangan Dari Ikan

KKP ambil bagian dalam Expo Aquaculture yang menampilkan berbagai hasil inovasi teknologi di bidang perikanan dan kelautan.

MARINDO–Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XV kembali digelar di Kota Serambi Mekah, Nanggroe Aceh Darussalam. Penas yang digelar pada 6-11 Mei ini, dibuka oleh Presiden Joko Widodo, di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh. Diperkirakan ada 38 ribu orang petani, nelayan, dan perwakilan dari tiap daerah menghadiri Penas XV ini.

“Kita harus mengapresiasi petani dan nelayan, kalau tidak karena mereka kita tidak bisa makan nasi dan ikan,” ujar Joko Widodo pada pembukaan Penas XV (6/5). Ia berharap agar produktivitas petani dan nelayan di Indonesia meningkat.

Di kesempatan yang sama Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menyatakan kesiapannya daerahnya menjadi gerbang utama untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, sesuai arahan Presiden pada Rakornas Kemaritiman dua hari lalu. Ia juga melaporkan bahwa produksi komoditas pertanian dan perikanan terus meningkat saat ini, hal ini untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan.

Sementara itu Kepala BRSDM KP M.Zulfikar Muchtar, yang mewakili Kementerian Kelautan dan Perikanan, menyatakan, siap menyukseskan acara Penas kali ini. “KKP siap mendukung kemajuan kemandirian dan kedaulatan pangan terutama meningkatkan peran nelayan,” ujar Zulfikar.

Dalam Penas XV ini, KKP ambil bagian dalam Expo Aquaculture yang menampilkan berbagai hasil inovasi teknologi di bidang perikanan dan kelautan. Setidaknya dan 14 stand dari berbagai Direktorat dan Unit Pelaksana Teknis dibawah Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Beberapa kegiatan yang disiapkan pada Expo Aquaculture diantaranya adalah berbagai macam perlombaan, seperti lomba tangkap belut/lele, lomba ikan hias cupang, lomba mewarnai bagi anak usia taman kanak-kanak yang dilanjutkan dengan makan bakso ikan bersama.

Expo menampilkan maket, miniatur, prototipe penelitian tepat guna, dan inovasi. yang dapat menjadi referensi bagi pengunjung yang hadir, termasuk kolam mina padi seluas + 300 m2, dan kolam bioflock sebanyak 6 kolam berukuran 3 x 3 m2 yang nantinya akan dihibahkan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh. [NSS]

490 total views, 2 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *