Hari Ini, KM. Sabuk Nusantara 66 Resmi Gantikan KM. Sabuk Nusantara 46

KM. Sabuk Nusantara 66 memiliki dua peran, yakni sebagai angkutan keperintisan dari ibu kota ke pulau-pulau di Kepulauan Seribu sert sebagai pendukung pemerintah di bidang pariwasata.

MARINDO–Kapal Perintis KM. Sabuk Nusantara 66, milik PT. Pelni (Persero) resmi beroperasi melayani masyarakat di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, terhitung sejak hari ini, Kamis (25/5/17) menggantikan KM. Sabuk Nusantara 46 yang telah beroperasi sejak awal Januari 2016.

Pergantian kapal ini dilakukan karena memang sejak awal pembuatannya, KM. Sabuk Nusantara 46 diperuntukkan untuk beroperasi di wilayah Papua, sehingga diperlukan kapal perintis lain yang khusus melayani pelayaran rakyat di Kepulauan Seribu dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan memenuhi standar kelaiklautan kapal.

Dalam pengoperasiannya, PT. Pelni (Persero) mendapatkan penugasan untuk mengoperasikan KM. Sabuk Nusantara 66 dengan trayek Pelabuhan Sunda Kelapa – Untung Jawa – Pulau Pramuka – Pulau Kelapa (PP). Adapun KM. Sabuk Nusantara 66 akan beroperasi setiap hari (keberangkatan dari Pelabuhan Sunda Kelapa pukul 08.00 WIB) dengan tarif cukup terjangkau yaitu Rp.15.000.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Bay Mokhamad Hasani mengungkapkan, penempatan kapal Perintis Sabuk Nusantara 66 di Kepulauan Seribu DKI Jakarta merupakan wujud komitmen Kementerian Perhubungan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan transportasi kepada masyarakat khususnya di Kepulauan Seribu yang selama ini masih terbatas aksesibilitasnya serta dalam rangka mendukung angkutan laut lebaran tahun 2017.

“Selain itu, kapal perintis ini akan terintegrasi dengan Transjakarta. Dalam hal ini, Pemprov DKI juga akan menyiapkan bus Transjakarta dari gerbang Pelabuhan Sunda Kelapa ke dermaga pelabuhan sehingga akan mempermudah aksesibilitas para penumpang menuju lokasi pelabuhan,” jelas Bay.

Corporate secretary PT. Pelni (Persero) Didik Dwi Prasetio mengatakan KM. Sabuk Nusantara 66 merupakan satu dari 46 kapal perintis di seluruh Nusantara yang pengoperasianya ditugaskan kepada PT. Pelni (Persero). Kapal ini didesain untuk kapal jarak pendek dengan tempat duduk. “Berbeda dengan KM. Sabuk Nusantara 46 yang beroperasi dari Jakarta 2 hari sekali, KM. Sabuk Nusnatara 66 akan beroperasi setiap hari dengan tarif Rp 15.000 sudah termasuk asuransi,” kata Didik Dwi Prasetio.

Sedangkan jadwal KM. Sabuk Nusantara 66 akan berangkat pada pukul 08.00 dari Pelabuhan Sunda Kelapa dan kembali sekitar pukul 16.00 dari Pulau Kelapa, secara reguler atau berjalan setiap hari. Kapal ini singgah di Pulau Untung Jawa, Pulau Pramuka dan Pulau Kelapa sebagai tujuan akhir. “Hari itu juga kapal kembali ke Jakarta dan besok paginya berangkat lagi dari Sunda Kelapa,” tambah Didik.

Lebih lanjut Didik mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata telah menetapkan 10 destinasi wisata unggulan pada tahun 2016, salah satunya Kepulauan Seribu di Provinsi DKI Jakarta masuk dalam penetapan itu. Sejalan dengan itu pengoperasian KM. Sabuk Nusantara 66 memiliki dua peran. Pertama berperan sebagai angkutan keperintisan dari ibu kota ke pulau-pulau di Kepulauan Seribu dengan jadwal tetap dan tarif terjangkau, sehingga menjadi sarana transportasi murah warga Kepulauan Seribu yang akan memasarkan hasil bumi ke ibu kota.

Kedua, peran sebagai pendukung pemerintah dibidang pariwasata. Dengan tarif terjangkau KM. Sabuk Nusantara 66 dapat digunakan bagi warga Jabodetabek berwisata ke Kepulauan Seribu dengan biaya terjangkau. Karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada Pemprov DKI Jakarta yang mengkoneksikan transportasi laut dengan bus Trans Jakarta ke Stasiun Jakarta kota. Sehingga koneksi penumpang kapal laut, busway dan kereta api akan memudahkan masyarakat.

Konektivitas antar moda sudah menjadi kebutuhan permanen pelayanan masyarakat, karena itu integrasi Trans Jakarta dengan Kapal laut dan kereta api akan dapat meningkatkan minat bagi masyarakat untuk menggunakan transportasi umum yang sedang digalakkan pemerintah.

Dalam waktu dekat akan memasuki Idul Fitri 1438 H dan KM. Sabuk Nusantara 66 akan mendukung angkutan lebaran 2017 ini. Untuk menunjang pelayanan KM. Sabuk Nusantara 66 agar aman, dan lancar diperlukan juga terminal penumpang sementara dan pengerukan alur pelabuhan “Kami mohon kepada Kementerian Perhubungan melalui Pak Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut untuk mendukung sarana ini untuk pelayanan yang lebih baik,” tutup Didik.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andre Yansyah menyambut baik atas diluncurkannya KM Sabuk Nusantara 66 menggantikan KM Sabuk Nusantara 46. Ia bahkan berjanji akan segera melengkapi sarana yang dibutuhkan sehingga konektivitas antara darat dan laut dari Kepulauan Seribu terwujud dengan baik.

“Kami akan segera membangun sarana konektivitas sehingga nantinya masyarakat Kepulauan Seribu turun dari kapal langsung terkoneksi ke bus Transjakarta dan mereka bisa jalan-jalan sepuasnya di Jakarta,” katanya.

Ia juga berharap dengan dioperasikannya KM Sabuk Nusantara 66 yang beroperasi tiap hari dapat meningkatkan perekonomian masyarskat Kepulauan Seribu. Pasalnya, bukan saja dapat memobilisasi orang tetapi juga barang dan keperluan lainnya bagi masyarakat Kepulauan Seribu. Andre mengakui saat ini masih ada kapal-kapal layanan ke Kepulauan Seribu, khususnya dari Muara Angke, yang masih dilakukan oleh kapal tradisional yang tentunya rentan terhadap kecelakaan.

Sebagai informasi KM. Sabuk Nusantara 66 merupakan kapal perintis buatan PT. Karimun Marine Shipyard, dan memiliki spesifikasi panjang 42 meter, lebar 9 meter, tinggi 4 meter, kecepatan 12 Knot, daya mesin 2 x 600 HP, kapasitas penumpang 114 orang, kapasitas ruang muat 100 Ton, dan jumlah ABK 18 orang. [NSS]

3,218 total views, 16 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *