FNB : Permen Larangan Cantrang Harus Dicabut

FNB akan terus berjuang untuk dengan cara yang tidak berlawanan dengan undang-undang, sampai pemerintah mencabut aturan tentang pelarangan cantrang dan melegalkannya secara nasional.

MARINDO–Front Nelayan Bersatu (FNB) menolak pengunduran waktu penerapan pelarangan penggunaan alat tangkap cantrang yang diamanatkan dalam Permen KP No. 71 Tahun 2016 sampai akhir tahun 2017. FNB malah meminta Permen yang menyengsarakan nelayan itu harus dicabut, bukan sekadar diundur pelaksanaannya.

Koordinator FNB Bambang Wicaksana menandaskan, pemasalahan inti adalah apakah Permen tersebut dijalankan atau dicabut. Penundaan yang dimulai dari awal tahun 2015 yang lalu malah menyebabkan ketidakjelasan status hukum nelayan di laut, sehingga sering menjadi ‘permainan’ oknum penegak hukum di laut untuk mencari keuntungan pribadi.

“Kami sudah lelah dimanfaatkan sebagai ATM. Jaminan bahwa kami bisa beroperasi dengan aman dan tenang di laut sama sekali tidak terbukti di lapangan. Untuk itu kami tetap menuntut agar cantrang dilegalkan secara nasional, walaupun hal ini akan menyebabkan ibu Susi mundur dari jabatannya,” tandas Bambang.

Menurut Bambang, pihaknya akan terus berjuang untuk mencapai hal tersebut dengan cara yang tidak berlawanan dengan undang-undang. “Ini adalah masalah hajat hidup banyak orang yang tidak begitu saja dengan mudah di tunda-tunda seenaknya,” katanya.

Tuntutan FNB, lanjut Bambang, tetap seperti semula, yakni agar pemerintah mencabut aturan tentang pelarangan cantrang dan melegalkan cantrang secara nasional. Nelayan cantrang Indonesia siap membangun perikanan nasional sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dipanggil Presiden Jokowi terkait dengan kisruh nelayan di lapangan soal larangan penggunaan alat tangkap cantrang. Seusai menghadap Presiden, Susi menyatakan masa tenggat pelarangan alat tangkap cantrang yang seyogyanya sampai Juli 2017, akan diperpanjang sampai akhir ahun 2017 sampai nelayan benar-benar mendapatkan alat tangkap penggantinya. [NSS]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *