Selain Jadi Penyuluh, Lulusan Sekolah Penyuluh Perikanan Diharapkan Siap Jadi Pengusaha

Lulusan Program Studi Penyuluhan Perikanan memiliki daya saing untuk berkompetisi dalam dunia usaha.

MARINDO–Kepala Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), M. Zulficar Mochtar meminta agar lulusan pendidikan di lingkungan KKP untuk mempersiapkan diri menjadi pengusaha.

“Review kurikulum di satuan pendidikan kelautan dan perikanan KKP kami lakukan untuk mengevaluasi komposisi teori dan praktik, juga kesiapan tenaga pendidik, sarana prasarana yang ada, agar lulusan benar-benar memiliki kompetensi tidak hanya sebagai penyuluh perikanan, namun juga menjadi pengusaha. Bekal keterampilan dan jejaring sudah ada, tinggal mental baja yang harus dijaga,” kata Zulficar di Kampus STP Jurusan Penyuluhan, Bogor, Jumat (9/6).

Menurut Zulficar, dibekali pendidikan vokasi dalam lingkungan asrama, lulusan Program Studi Penyuluhan Perikanan memiliki daya saing untuk berkompetisi dalam dunia usaha. Lulusan tidak lagi berkompetisi dengan lulusan dari kampus lain, namun sudah dengan para pelaku usaha perikanan.

“Sektor kelautan dan perikanan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, ada banyak usaha yang dapat dirintis dengan modal kecil. KKP menggandeng Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah untuk bantu pelaku usaha meningkatkan kelembagaan dan produksi, sehingga salah satunya mereka bisa akses modal perbankan. Termasuk para lulusan kita akan bantu. Bank tidak akan bantu kalau lulusan tidak memiliki kapasitas, semasa pendidikan keterampilan dan jejaring itu kami fasilitasi,” katanya.

Beberapa waktu lalu, Deputi Bidang Kelembagaan, KKUKM, Meliadi Sembiring saat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara KKUKM dan KKP menyampaikan dukungannya terhadap kelompok usaha kelautan dan perikanan. Kementerian KUKM akan memfasilitasi kelompok-kelompok dengan penyuluhan tentang koperasi serta membantu pengurusan akta dengan notaris. Dicanangkan pemberian 1000 akta pada tahun 2017, di mana kelompok-kelompok yang telah terbentuk akan masuk dalam program pemberian akta tersebut sehingga final berbadan hukum koperasi.

“Sinergi KKP – KKUKM ini menjadi kesempatan para penyuluh perikanan untuk mendampingi kelompok, dan sekaligus belajar dari pelaku di lapangan untuk menjadi pengusaha perikanan,” jelas Zulficar.

Ketua Jurusan Penyuluhan STP Ani Leilani menyatakan, pihaknya tengah membuka program studi agribisnis, di mana hal ini sejalan dengan harapan Menteri Susi agar KKP mendorong lulusan menjadi pengusaha, tidak hanya pekerja, tidak juga ingin menjadi PNS.

“Untuk meningkatkan serapan lulusan, kami tidak hanya memetakan lapangan kerja, namun juga memetakan lapangan usaha. Kami diperkuat juga oleh unit riset KKP yang saat ini dalam satu unit kerja dengan unit pendidikan, standarisasi sarana dan praktik teaching factory, dan penguatan jejaring dengan kemitraan,” tambah Ani. [NSS]

1,912 total views, 2 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *