Diprediksi, Jumlah Angkutan Laut Lebaran 2017 Naik Tiga Persen

Ditjen Perhubungan Laut juga akan menyiapkan kapal KM. Jetliner yang standby di Makassar untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan penumpang di wilayah timur Indonesia.

MARINDO–Penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2017 diperkirakan jumlah penumpang pengguna jasa angkutan laut akan meningkat 3% dibandingkan dengan realisasi jumlah penumpang pada lebaran tahun 2016. Sesuai data, realisasi jumlah penumpang lebaran tahun 2016 sebesar 1.674.513 orang. Dengan prediksi kenaikan sebesar 3%, maka jumlah penumpang angkutan laut pada lebaran 2017 (1438 H) diperkirakan akan mencapai 1.724.748 orang, atau mengalami peningkatan sebanyak 50.235 orang.

Untuk itu, guna meningkatkan pelayanan penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran akan dilakukan pemantauan pada 52 pelabuhan yang tersebar di seluruh Indonesia mulai dari Pelabuhan Belawan sampai Merauke. Seluruh pelabuhan tersebut akan dipantau melalui Posko Angkutan Laut Lebaran Tahun 2017.

“Pada masa Angkutan Lebaran Tahun 2016 lalu, jumlah penumpang tertinggi terjadi di Pelabuhan Batam dengan 217.026 orang penumpang, diikuti dengan Pelabuhan Tanjung Balai Karimun dan Tanjung Pinang,” ujar Dirjen Hubla, Kemenhub, A. Tonny Budiono, dalam sebuah diskusi dengan Forum Wartawan Perhubungan (Forwahb), di Jakarta, Rabu (14/6/17).

Hadir dalam kesempatan tersebut sebagai narasumber pendamping adalah Direktur Lalulintas dan Angkutan Laut, Bay M. Hasani, Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Rudiana, Ketua Umum INSA, Carmelia Sartoto dan Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT. Pelni, OM. Sodikin.

Menurut Tonny, untuk dapat melayani para penumpang angkutan laut tersebut serta mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah menyiapkan armada kapal laut sebanyak 1.278 unit atau meningkat 5 unit di banding tahun lalu, dengan kapasitas 3,4 juta orang penumpang.

Sementara itu, guna meningkatkan keselamatan serta memastikan kelaiklautan kapal dan terpenuhinya standar keselamatan pelayaran penumpang, Ditjen Hubla telah melakukan Uji Petik Kelaiklautan Kapal (Ramp Check) terhadap seluruh kapal penumpang yang beroperasi untuk angkutan laut Lebaran tahun 2017. Dari jumlah 1.278 kapal yang telah selesai dilakukan uji petik kelaiklautan, ada 17 kapal yang sedang melaksanakan docking dan 6 kapal dalam perbaikan sehingga jumlah kapal yang siap beroperasi sebanyak 1.255 unit.

“Ke-17 kapal yang sedang docking tersebut dijadwalkan akan selesai dan siap kembali beroperasi untuk angkutan laut Lebaran tahun 2017,” terang Tonny.

Sementara itu Direktur Direktur Lalulintas dan Angkutan Laut, Bay M Hasani menambahkan, guna mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang pada beberapa pelabuhan, seperti di Pelabuhan Batam, Balikpapan, Sampit, dan pelabuhan lain, maka akan dilakukan rerouting, rescheduling, deviasi dan omisi kapal. Ditjen Perhubungan Laut juga akan menyiapkan kapal KM. Jetliner yang standby di Makassar untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan penumpang di wilayah timur Indonesia.

Ada beberapa langkah strategis yang dilakukan oleh Ditjen Hubla, antara lain mengoptimalkan kegiatan patroli laut oleh Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) pada wilayah-wilayah perairan yang rawan khususnya untuk mengantisipasi adanya kapal yang mengangkut penumpang tanpa izin (ilegal) yang masuk ke wilayah Batam dan sekitarnya.

Selain itu, meminta kepada Syahbandar untuk terjun langsung ke lapangan guna memastikan manifest penumpang sama dengan jumlah penumpang yang naik, melakukan pembelian tiket kapal secara online agar dapat terhindar dari praktik percaloan serta menghimbau kepada otoritas pelabuhan setempat untuk melakukan pengawasan terhadap penjualan tiket agar tidak melebihi kapasitas angkut kapal.

Mudik gratis

Pada angkutan lebaran tahun 2017 (1438 H), Ditjen Perhubungan Laut kembali menyelenggarakan program Mudik Gratis Sepeda Motor Menggunakan Kapal Laut. Menurut Dirjen Hubla maksud dan tujuan dari program mudik gratis ini yaitu untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas angkutan jalan dan mengurangi potensi kecelakaan pengguna jalan raya khususnya pengguna sepeda motor di jalur Pantura.

Rute pelayaran mudik gratis dengan kapal laut ini adalah dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta ke Pelabuhan Tanjung Emas Semarang PP menggunakan kapal KM. DOBONSOLO milik PT. PELNI dengan waktu tempuh kurang lebih 14 jam dan KM. Mutiara Sentosa III milik PT. Atosim Lampung Pelayaran.

Adapun jadwal keberangkatan arus mudik dari Jakarta-Semarang untuk kapal Pelni adalah pada tanggal 17, 19, 21, 23 Juni 2017 dan arus balik dari Semarang-Jakarta tanggal 30 Juni, 2, 4, 6 Juli 2017, dengan total kuota kapasitas sebesar 10.000 sepeda motor dan 20.000 penumpang.

Sedangkan jadwal keberangkatan arus mudik dari Jakarta-Semarang untuk kapal Atosim adalah tanggal 22 Juni 2017 dan arus balik dari Semarang-Jakarta tanggal 29 Juni 2017, dengan total kuota kapasitas sebesar 1.000 sepeda motor dan 2.000 penumpang.

Semenjak pendaftaran dibuka dari tanggal 30 Mei sampai dengan tanggal 14 Juni 2017, sudah lebih dari 50% kuota motor dan penumpang terpenuhi baik untuk arus mudik maupun balik. Diharapkan semakin banyak masyarakat yang ikut memanfaatkan kesempatan mudik gratis ini agar mudik Lebaran tahun ini berjalan dengan selamat, aman, tertib, dan nyaman sejalan dengan slogan Angkutan Lebaran Kementerian Perhubungan tahun 2017 yaitu Mudik Bareng, Guyub Rukun!

Sebagaimana diketahui bahwa Penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2017 (1438 H), dilaksanakan mulai H-15 (10 Juni 2017) sampai dengan H+15 (11 Juli 2017). Bersamaan dengan penyelenggaraan angkutan laut lebaran ini, akan dilakukan pula kegiatan pemantauan dan pengendalian lalu lintas dan angkutan laut melalui Posko Angkutan Laut Lebaran Tahun 2017. [NSS]

589 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *