13 Negara Berguru Perikanan Kepada Indonesia

Selama International training workshop dilaksanakan, peserta dilatih dengan materi unggulan di antaranya pembuatan alat tangkap ramah lingkungan, added value pada pengolahan hasil perikanan, dan budidaya ikan hias air laut.

MARINDO–Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara konsisten dukung upaya fasilitasi pelaksanaan kerja sama selatan selatan di tingkat internasional melalui kegiatan peningkatan kapasitas bagi negara sahabat. Salah satu dukungan fasilitasi yang dilaksanakan adalah fasilitasi pelaksanaan workshop internasional Kerja Sama Selatan Selatan (KSS) bagi negara negara Afrika dan Timur Tengah yang dilaksanakan oleh Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) bersinergi dengan Direktorat Kerja Sama Teknik – Kementerian Luar Negeri.

Kegiatan internasional bertajuk International Training on Fisheries for African and Middle East Countries ini diikuti oleh 16 orang peserta dari 13 negara (Angola, Djibouti, Kenya, Madagaskar, Mozambik, Mauritania, Mesir, Namibia, Nigeria, Senegal, Sudan, Zimbabwe, Aljazair) yang dilaksanakan pada tanggal 16 s.d 24 Juli 2017.

Opening ceremony dihadiri dan dibuka Duta Besar Ronny Yuliantoro di Ditjen Informasi dan Diplomasi Publik – Kementerian Luar Negeri dihadiri oleh Staff Ahli Gubernur Maluku, Ronny Tairas, Direktur Kerja Sama Teknik – Kemlu, Muhammad Syarif Alatas, dan Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan KP, Mulyoto.

Kepala Pusat Pelatihan KP, Mulyoto, mengatakan, KKP selalu berkomitmen penuh untuk memfasilitasi dukungan peningkatan kapasitas bagi negara sahabat dalam kerangka kerja sama selatan selatan. Komitmen dan solidaritas tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan Presiden Jokowi dalam Nawa Cita poin pertama, yang diimplementasikan melalui penguatan peran Indonesia dalam kerja sama global dan regional.

“Kami memberikan prioritas untuk program peningkatan kapasitas dalam skema Kerja Sama Selatan Selatan, utamanya untuk mempromosikan praktik perikanan berkelanjutan dan bertanggungjawab sesuai dengan asas Legal, Regulated, dan Reported (LRR) Fishing,” ujar Mulyoto.

Selama International training workshop dilaksanakan, peserta dilatih dengan materi unggulan di antaranya pembuatan alat tangkap ramah lingkungan, added value pada pengolahan hasil perikanan, dan budidaya ikan hias air laut.

Melalui pelatihan ini diharapkan peserta dapat mempelajari dan ditingkatkan kapasitasnya sekaligus dapat menyampaikan kembali pengetahuan yang didapat sekembalinya ke negara masing – masing. Melalui pelatihan ini Pemerintah Indonesia juga mempromosikan kekayaan sektor kelautan dan perikanan di kawasan Indonesia timur melalui people to people contact.

Program unggulan KSS bidang kelautan dan perikanan di Indonesia dilaksanakan dengan sinergi KKP dan Kemlu, yang memiliki kapasitas memadai dan dapat dijadikan rujukan oleh negara lain dalam hal pengembangan dan pemanfaatan kelautan dan perikanan.

Pelaksanaan dukungan kegiatan KSS oleh BRSDM – KKP sendiri telah dilaksanakan sejak tahun 2009, dengan jumlah peserta lebih dari 410 peserta dari 51 negara. Bentuk kegiatan yang paling sering dilaksanakan diantaranya pelatihan/workshop, pengiriman tenaga ahli, dan magang.

Di antara tema fasilitasi kegiatan KSS yang dilaksanakan adalah sustainable fisheries, fisheries product development, freshwater aquaculture, mariculture, brackishwater aquaculture, fisheries woman group best practices, seashell handycraft making, fisheries product value added, MPA management, fishing techniques and fishing port management, serta quality control and management for fisheries industries. (NSS)

1,018 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *