Langgar Penerbitan BST, Diklat Makofano Training Center Dibekukan

Seluruh proses kegiatan pelatihan maupun penerbitan Sertifikat Keterampilan Pelaut (COP) oleh Makofano Training Center hingga batas waktu yang belum ditentukan.

MARINDO–Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut membekukan diklat Makofano Training Center. Makofano dinilai melanggar aturan sehingga bisa membahayakan keselamatan pelayaran.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Ditjen Perhubungan Laut, Kemenhub, Capt. Rudiana dalam surat edaran Nomor: UM.003/11/15/AK-17 tertanggal 26 Juli 2017, menyatakan bahwa pembekuan tersebut dilakukan setelah pada 8 Juni 2017 lalu, petugas kapal KN. Rantos P-210 memeriksa kegiatan operasional Kapal Isap Pasir (KIP) Armada Naadiyah AB beserta Anak Buah Kapal (ABK) dan menemukan 7 orang ABK memiliki sertifikat Basic Safety Training (BST) yang janggal.

“Benar, petugas kapal patroli KN Rantos telah memeriksa dan menemukan 7 orang ABK kapal Armada Naadiyah AB memperoleh sertifikat BST tanpa melalui pendidikan dan pelatihan,” ujar Capt. Rudiana.

Menurut Capt. Rudiana, hal itu sangatlah berbahaya. Selain melanggar aturan tentu saja para ABK tidak memiliki kemampuan dasar keselamatan kapal yang dapat membahayakan keselamatan pelayaran.

“Kami menelusuri darimana mereka mendapatkan sertifikat tersebut dan akhirnya kami mengetahui kalau sertifikat BST tersebut dikeluarkan oleh Lembaga Diklat Pelatihan Makofano Training Center yang berlokasi di Batam, Kepulauan Riau,” kata Capt. Rudiana.

Dengan demikian, untuk penegakan hukum dan keselamatan pelayaran, Direktorat Perkapalan dan Kepelautan membekukan seluruh proses kegiatan pelatihan maupun penerbitan Sertifikat Keterampilan Pelaut (COP) oleh Makofano Training Center hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Kami selaku regulator bersikap tegas dan juga memberikan peringatan kepada lembaga diklat lainnya agar kejadian tersebut menjadi perhatian dalam pelaksanaannya sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku,” tegas Capt. Rudiana.

Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, A. Tonny Budiono menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung perbaikan kualitas lembaga Diklat Pelatihan untuk Pelaut.

“Agar masyarakat mendapatkan informasi lembaga diklat mana saja yang berkualitas baik, maka secara berkala lembaga diklat di seluruh Indonesia diverifikasi oleh auditor Ditjen Perhubungan Laut dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan,” ujar Tonny.

Tonny juga menegaskan bahwa ia dan jajarannya akan bersikap tegas terhadap pengabaian keselamatan pelayaran. “Tentunya keselamatan pelayaran merupakan prioritas kami dan kami minta dukungan dari semua pihak terkait,” tutup Tonny. (NSS)

594 total views, 6 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *