KKP-LPMUKP Siapkan Dana Bergulir Nelayan

KKP akan memberikan bantuan uang pendampingan kepada KUD untuk dapat mengurus kredit bergulir buat nelayan dengan menggandeng Bank Negara Indonesia (BNI).

MARINDO–Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) telah menyiapkan program untuk membantu nelayan memperoleh akses permodalan melalui kredit bergulir. Hal ini dilakukan untuk menanggulangi sulitnya nelayan memperoleh akses permodalan, terutama layanan kredit.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, jika layanan kredit dapat dilakukan dengan mudah dan cepat, industri kelautan dan perikanan dapat lebih maju. Untuk itu program kredit bergulir merupakan suatu usaha pemerintah untuk memajukan nelayan Indonesia yang saat ini masih kesultan dalam mengakses permodalan dari perbankan.

“Kita berharap, dengan program Badan Layana Umun (BLU) ini, kita bisa membantu masyarakat pelaku usaha perikanan maupun para nelayan itu sendiri dalam mengakses permodalan,” ungkap Menteri Susi dalam sambutannya di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) PPS Cilacap, Senin (14/8).

Menteri Susi menyambangi Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap, Jawa Tengah, bersama Satuan Kerja Badan Layanan Umum (BLU) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP), pada Senin (14/8). Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka sinergi kementerian dalam mengangkat ekonomi rakyat melalui inklusi keuangan.

Lebih jauh Susi mengatakan, guna melancarkan bantuan akses permodalan ini, ia meminta kerjasama dari Koperasi Unit Desa (KUD) setempat. “Saya meminta KUD Mina Saroyo di sini bisa menjadi koperasi yang mengayomi seluruh nelayan yang ada di Kabupaten Cilacap. Terutama para nelayan kapal- kapal di bawah 30 GT, terutama lagi yang di bawah 10 GT,” tuturnya.

Selanjutnya KKP akan memberikan bantuan uang pendampingan kepada KUD untuk dapat mengurus kredit bergulir buat nelayan dengan menggandeng Bank Negara Indonesia (BNI) yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia.

“BLU kita Rp500 miliar, didampingi dana yang disiapkan perbankan BNI agar jadi Rp1 triliun agar ke nelayan. Saya kasih tahu ke perbankan, tidak usah takut kasih kredit ke nelayan karena mereka bisa bayar,” katanya.

Menteri Susi berharap, program BLU ini dapat berjalan lancar sebagai pendampingan bagi nelayan-nelayan kecil. “Di sini ada Perindo, Pertamina, BNI, BRI, untuk menuntaskan kemiskinan dan juga ketidakberdayaan para nelayan pengusaha UMKM,” tutupnya. (NS)

909 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *