Kemenhub Luncurkan Kapal Khusus Ternak

Penekanan tombol pertanda mulai diluncurkannya kapal ternak.

MARINDO–Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut berkomitmen mendukung program ketahanan pangan sebagai salah satu program unggulan pemerintahan Jokowi-JK. Salah satu wujud dari komitmen tersebut adalah dengan membangun 3 unit kapal pengangkut ternak yang satu di antaramya diluncurkan hari ini, Sabtu (26/8) di galangan PT. Bahtera Bahari Shipyard, Batam.

Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Bay M. Hasani, mengungkapkan, kapal khusus pengangkut ternak merupakan kapal digunakan untuk angkutan ternak antar pulau. Dalam penerapannya kapal ini memerlukan penanganan yang khusus sehingga cara kerja di atas kapal jauh berbeda dengan kapal pada umumnya.

“Di Indonesia belum banyak kapal yang secara khusus dirancang untuk pengangkutan sapi, secara umum proses pengangkutan sapi menggunakan kapal General Cargo dan tidak dirancang untuk mengangkut sapi. Sehingga banyak sapi yang tidak terawat dengan baik pada saat proses pengiriman,” ujar Bay.

Dukungan terhadap pembangunan kapal khusus pengangkut ternak merupakan hasil penelitian dan Kajian Kebijakan Tata Niaga Komoditas Strategis dari Direktorat Penelitian dan Pengembangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yaitu Upaya Perbaikan Pada Kebijakan Tata Niaga Komoditas Strategis Daging Sapi. Salah satu usulannya adalah mendorong pengembangan industri daging sapi di sentra produksi melalui revitalisasi rumah potong hewan dan pasar ternak serta membangun sarana dan prasarana transportasi untuk kelancaran distribusi daging dan ternak sapi.

Lebih lanjut, Bay mengatakan proses pemindahan sapi dari truk ke kapal atau sebaliknya selama ini masih menggunakan cara tradisional, yaitu dengan mengaitkan tanduk sapi kemudian diangkat dengan crane yang dapat menambah tingkat stress pada sapi tersebut. Maka dari itu diperlukan kapal yang dapat memenuhi kebutuhan sapi pada saat sapi tersebut diangkut diatas kapal.

Bay menjelaskan, ada beberapa alasan mengapa kapal khusus pengangkut ternak ini harus dirancang dan dibangun serius oleh Pemerintah, antara lain mewujudkan prinsip animal welfare atau kesejahteraan hewan, yaitu hewan harus terbebas dari rasa lapar dan haus, bebas dari rasa tidak nyaman, bebas dari sakit dan luka, bebas berprilaku liar alami serta bebas dari rasa takut dan stress.

Selain itu, dengan adanya kapal pengangkut ternak tersebut akan menjaga kualitas dan melindungi sapi yang diangkut di atas kapal, tentunya dengan memperhatikan aspek-aspek logistik dan prosedur yang sesuai.

“Dengan adanya kapal pengangkut ternak, tentunya akan mempermudah proses bongkar muat sapi saat berada di pelabuhan serta memperkecil resiko penurunan berat sapi atau bahkan kematian dan distribusi sapi sesuai kebutuhan dapat terpenuhi,” lanjut Bay.

Kapal pengangkut ternak yang dibangun di galangan Kapal PT. Bahtera Bahari Shipyard ini memiliki panjang 69,78 M dengan kecepatan percobaan adalah 12 Knot. Kapal ini memiliki daya Mesin Utama sebesar 2 x 1400 HP dengan kapasitas ternak sebanyak 500 ekor sapi dan kapasitas Barang/kargo sebesar 150 ton serta jumlah awak kapal sebanyak 32 orang. (NSS)

287 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *