KKP Hanya Terima Pegawai Untuk Lima Lulusan Terbaik

Men-KP Susi Pudjiastuti saat jumpa pers terkait penerimaan CPNS KKP

MARINDO–Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah membuka penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2017. Namun kementerian bentukan Gus Dur sejak tahun 1999, itu hanya menerima pegawainya dari 5 lulusan terbaik dari tiap jurusan, baik universitas maupun akademi.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, untuk dapat dikategorikan sebagai lima lulusan terbaik, para pelamar CPNS harus menyertakan surat rekomendasi dari jurusan atau fakultas, atau rektor universitas. Selain itu, verifikasi juga akan dilakukan dengan pengecekan data yudisium para pelamar di universitas atau akademinya masing-masing.

Pendaftaran terbuka untuk seluruh universitas dan akademi di Indonesia maupun luar negeri dengan akreditasi A dan B. Jika syarat-syarat tersebut tidak dapat dipenuhi, maka pelamar tidak akan lulus seleksi administrasi.

“Jadi tidak ada lagi batasan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif). Yang penting menjadi lima terbaik dari jurusan atau fakultas atau universitasnya. Jadi, penerimaan ini terbuka, tapi tetap disaring,” jelas Menteri Susi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (14/9).

Dengan sistem penerimaan yang demikian, Menteri Susi berharap KKP dapat memperoleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul demi mencapai percepatan pembangunan sektor kelautan dan perikanan. Hal ini sejalan dengan program Golden Handshake di KKP, yaitu pensiun dini karyawan KKP. Tujuannya untuk efisiensi jumlah dan perbaikan kualitas SDM di KKP dengan lulusan-lulusan unggul. Rencananya KKP akan melakukan golden handshake kepada hampir 1.000 orang secara bertahap dalam tiga tahun.

“Efisiensi dari (segi) jumlah, tapi kualitas pelayanan naik karena kualitas manusianya naik. Ini sudah digodok sejak awal saya di KKP. Setiap tahun kita akan adakan program itu. Perlahan tapi pasti KKP akan melakukan peningkatan kualitas,” ungkap Menteri Susi.

Tahun ini KKP membuka 329 formasi yang terdiri dari 322 lulusan terbaik setiap universitas, 4 penyandang disabilitas, dan 3 putra/putri Papua.

Menteri Susi mengatakan, saat ini KKP memang hanya membuka formasi untuk lulusan-lulusan unggul karena keterbatasan kursi yang tersedia. Nantinya, lulusan-lulusan unggul yang terjaring akan berkompetisi dalam ujian untuk menjaring bibit-bibit terbaik.

Menteri Susi menambahkan, untuk program golden handshake dikhususkan bagi PNS berusia di atas 50 tahun. “Jadi mereka diprioritaskan untuk pensiun dini, menuju rasionalisasi yang berdasarkan kualitas. Tapi untuk sekarang yang di atas 50 tahun dengan masa kerja lebih dari 10 tahun,” katanya.

Sebelumnya, dalam berkas pengumuman penerimaan CPNS KKP disebutkan bahwa ada empat jenis formasi, yaitu cumlaude, disabilitas, putra/putri Papua dan Papua Barat, serta umum. Namun Menteri Susi mengatakan, KKP telah memutuskan untuk menghapus formasi cumlaude dan umum, dan menggantinya dengan predikat lima lulusan terbaik semua jurusan dari semua akademi atau universitas di Indonesia.

“Pada beberapa hari lalu kita buat iklannya, di situ tertulis cumlaude. Tapi tidak semua universitas menerapkan cumlaude. Jadi kita mengklarifikasi, sebetulnya yang kita maksud adalah kita mencari dan ingin menjaring lima lulusan terbaik dari setiap jurusan, baik universitas maupun akademi. Bukan hanya cumlaude saja,” terang Menteri Susi. (NSS)

564 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *